Kisah Cinta Antara Prabowo dan Titiek Soeharto Seperti Buah Musiman



691 Views

Kisah cinta antara Prabowo Subianto dan Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto ibarat buah musiman, yang muncul setiap tahun politik saja. Alangkah lucunya kisah cinta mereka seperti cinta bersyarat. Jika Prabowo menang, peluang rujuk dipertimbangkan, jika kalah, kisah cinta pun lenyap seperti yang terjadi pasca Pilpres 2014.

Titiek Soeharto memang tidak secara gamblang berbicara tentang posisi sebagai ibu negara jika Prabowo menang. Yang jelas, Titiek kala itu merasakan aura kemenangan Prabowo.

“Kita ke TPS jihad pakai paku-paku untuk mencoblos, tidak perlu jihad pakai bom. Awasi juga TPS. Jika Prabowo menang, Ibu Titiek jadi ibu negara itu urusan belakangan,” kata Titiek.

Titiek Soeharto yang menyinggung posisinya sebagai ibu negara jika capres Prabowo Subianto menang pada Pilpres 2019, mengundang reaksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Menarik sekali Mbak Titiek Soeharto bicara soal jadi ibu negara Prabowo jika menang Pilpres 2019. Publik lalu bertanya, jika kalah? Nggak jadi baikan/rujuk dong,” kata influencer TKN Jokowi-Ma’ruf, Tiurmaida Tampubolon.

Tiur mengatakan hakikat dari istri/pendamping hidup suami ialah harus mendampingi dengan setia dalam suka dan duka. Dia berharap Titiek bisa mendampingi Prabowo apa pun hasil Pilpres 2019.

“Artinya adalah mulia bila Mbak Titiek bersedia mendampingi, menjalani, kompleksnya kehidupan saat nanti Pak Prabowo menang maupun kalah. Jangan pas (Prabowo) menang jadi presiden baru (Titiek) mau menjadi pendamping/ibu negara karena pada dasarnya Mbak Titiek dan Pak Prabowo adalah pasangan serasi sebelum berpisah,” kata dia.

“Jadi lebih baik mereka bersatu bukan karena akan mendapat kekuasaan/menang pilpres, tapi karena dilandasi cinta kasih yang kuat dalam suka dan duka seperti Ibu Iriana dan Pak Jokowi, yang terus memelihara cinta kasih dalam suka-duka,” kata Tiur.

Kisah cinta musiman antara Prabowo dan Titiek sebenarnya sudah cukup konyol. Urusan rujuk atau tidak saja harus tergantung situasi politik.

Soal rujuk, lebih mirip drama yang dibuat untuk menimbulkan rasa penasaran sehingga rating drama tersebut naik. Ini memakai hitung-hitungan untung rugi dalam politik. Benar seperti yang dikatakan kubu Jokowi tadi, pasangan yang baik itu siap menemani dalam suka maupun duka, saat menang dan berada di puncak atau saat terpuruk. Bukan suka saat menang tapi menjauh saat kalah.

Ini jelas membuktikan bahwa kisah cinta Prabowo dan Titiek selalu memanfaatkan kepentingan politik. Dua-duanya sangat ambisius dan sangat ingin berkuasa.

Lebih baik mereka bersatu bukan karena akan mendapat kekuasaan/menang Pilpres, tapi karena dilandasi cinta kasih yang kuat dalam suka dan duka seperti Ibu Iriana dan Jokowi, yang terus memelihara cinta kasih dalam suka-duka.