Ketahuan Loby Anggota DPR, Saut Situmorang Belagak Suci

Ketahuan Loby Anggota DPR, Saut Situmorang Belagak Suci

472 Views

Jakarta – Komisioner KPK, Saut Situmorang berupaya menggiring opini masyarakat seolah-olah Pemerintah tidak serius menanggulangi korupsi.

Saut Situmorang seharus berkaca karena dulu menjabat Komisioner KPK menggunakan cara-cara melobi dan menemui salah satu anggota DPR.

Saut Situmorang seharusnya memperbaiki terlebih dahulu kinerja KPK yang belum optimal memberantas dan menanggulangi kasus korupsi. Kinerja pemberantasan korupsi sudah diamanahkan kepada KPK, namun sampai sekarang korupsi masih banyak dan para Komisionernya sibuk menyalahkan Pemerintah atas kegagalannya.

Pertemuan Desmond Mahesa politisi Gerindra mengamini adanya pertemuan dengan Saut Sitomorang termasuk lobi-lobi untuk duduk kembali sebagai Komisioner KPK.

“Pokoknya sejak KPK berdiri, lobi komisioner itu biasa (terjadi) ya,” ujar Wakil Ketua Komisi III, Desmond Junaidi Mahesa, di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (9/9).

Hanya saja, Desmond menegaskan bahwa lobi-lobi itu tidak mempengaruhi penilaian dan pilihan Komisi III DPR dalam tugasnya melakukan uji kepatutan dan kelayakan Capim KPK.

“Kalau terjadi lobi-lobi kan omong kosong. Orang yang melobi berarti sejak awal, bahasanya nggak enak banget, orang yang sudah menjual diri gitu lho,” ungkapnya.

Desmond pun tak segan menyebut nama Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, sebagai salah satu pihak yang melobi. Diakuinya, Saut mencoba melakukan lobi-lobi tertentu saat menjalani proses seleksi.

“Kalau kurang yakin tanya Saut ya. Saut lobi saya. Saya diajak makan, saya dibayarin. Tapi saya tidak men-deal apa-apa, dan dia juga enggak deal. Saya cuma bilang tegakkan hukum. Tanya Saut,” pungkasnya

Namun, kata dia, tidak ada kesepakatan antara dirinya dan Desmond. Saut menegaskan kala itu hanya mengenalkan program-program yang akan dijalankan jika terpilih sebagai pimpinan KPK 2015-2019.

“Sepakat? Enggak ada apa-apa, enggak tahu saya habis makan siang bubar dan saya juga enggak tahu dia (Desmond) milih saya atau tidak,” tambah Saut.

Saut lantas menegaskan bahwa pertemuan dengan anggota Komisi III DPR untuk mengenalkan program bukan tindakan yang salah. Dia mengklaim itu diatur dalam UU KPK.

“Yang enggak boleh itu kalau pidana. Kampanye Selama enggak pakai transaksional itu baik. Boleh. Datanglah dengan konsep. Saya sama Om Desmond tidak transaksional atau janji janji,” kata Saut.