KEIN Apresiasi Inflasi Awal Tahun 2019 Terendah

KEIN Apresiasi Inflasi Awal Tahun 2019 Terendah

312 Views

Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) mengapresiasi capaian tingkat inflasi tahun ke tahun per Januari sejak 2014 hingga 2019 terus menurun.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Pada 2014 tingkat inflasi tahun ke tahun per Januari tercatat 11,43 persen. Selanjutnya, pada 2015 sebesar 8,24 persen. Setelahnya, sebesar 6,60 persen. Selanjutnya pada 2017 menurun menjadi 4,11 persen. Pada 2018 tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 2,95 persen. Sedangkan pada 2019 menurun menjadi sebesar 1,98 persen.

Wakil Ketua KEIN, Arif Budimanta mengatakan tingkat inflasi bahan makanan terus membaik.

“Jadi bisa dilihat betapa besarnya penurunan yang terjadi di tiap tahunnya dan secara year on year Januari 2019 merupakan yang terendah sejak 2014. Hal ini patut untuk diapresiasi,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/2/2019).

Lebih lanjut Arif menjelaskan tingkat inflasi tahun ke tahun yang terus menurun didorong oleh berbagai kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah. Pertama ialah produksi pangan yang terjaga baik dari hulu hingga hilir

Kedua ialah pembangunan infrastruktur yang masif sehingga membuat cost of logistic lebih murah. Infrastruktur juga tidak hanya terbatas pada infrastruktur sipil, tapi juga pada infrastruktur pertanian untuk mendukung proses produksi. Yang terakhir ialah tata niaga yang lebih wajar dan sehat.

“Kombinasi kebijakan tersebut membuahkan hasil dengan terkendalinya harga bahan pangan dan ini sangat patut untuk diapresiasi,” ucapnya.

Oleh karena itu, apabila kebijakan tersebut terus digulirkan dan pemerintah tetap konsisten pada komitmennya untuk menjaga laju inflasi, maka tidak mungkin tingkat inflasi bahan makanan akan semakin baik ke depannya. Terlebih, capaian pengendalian harga bahan makanan sangat penting mengingat harga pangan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemiskinan.

“Kita semua tahu bahwa pangan merupakan kebutuhan pokok utama semua masyarakat sehingga apabila harga bisa terkendali tentunya akan berpengaruh pada kehidupan rakyat secara luas dan tetntunya daya beli masyarakat terjaga.