Kapolri Diperintahkan Presiden Jokowi untuk Tangkap Pelaku Teror KPK

Kapolri Diperintahkan Presiden Jokowi untuk Tangkap Pelaku Teror KPK

47 Views

Presiden Joko Widodo meminta Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk menyelesaikan kasus teror terhadap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Presiden menegaskan tidak ada toleransi terhadap penyebar teror.

“Saya rasa tidak ada toleransi untuk itu, kejar dan cari pelakunya,” kata Presiden Jokowi usai meninjau stok bahan pokok di Gudan Perum Bulog Divre DKI Jakarta di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara, Kamis (10/1/2019).

Jokowi menegaskan, sudah memerintahkan langsung kepada Kapolri agar menindak pelaku teror karena sudah menyangkut intimidasi kepada aparat penegak hukum.

Menurutnya, jika masih ada kejadian maka harus dicari pelakunya agar semua menjadi jelas dan gamblang.

Presiden juga telah meminta Polri agar semuanya dijaga dari sisi keamanan terutama penyidik dan seluruh komisioner KPK.

Sikap tegas Presiden Jokowi yang cepat merespon kasus tersebut adalah bentuk perlindungan dan kepedulian terhadap keselamatan pimpinan KPK serta pemberantasan korupsi.

“Tapi saya yakin pemberantasab korupsi tidak akan kendor dengan adanya teror seperti ini,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pada Rabu (9/1), Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, menjadi sasaran bom pipa oleh orang tak dikenal.

Di sana, polisi menemukan barang bukti berupa pipa paralon, detonator, sikring, kabel warna kuning, paku ukuran tujuh sentimeter, serbuk putih, baterai dan tas.

Kemudian, di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal.

Penemuan bom itu terjadi pada Rabu (9/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Dari rekaman CCTV, sekitar pukul 01.00 WIB, tampak orang mencurigakan melakukan aktivitas di depan rumah Laode.