Kadal Gurun Makin Frustasi Tagar #JokowiMundur Diramaikan

Kadal Gurun Makin Frustasi Tagar #JokowiMundur Diramaikan

746 Views

Menjelang pelantikan Jokowi sebagai Presiden untuk kedua kalinya, para kadal gurun semakin frustasi. Karena kali ini mereka tidak didukung oleh kekuatan partai politik lain selain antek-antek kaum radikal dan juga KPK Taliban.

Jika kasus Papua yang dibantu oleh Gerindra saja tidak memiliki efek apa-apa kepada Jokowi dan malah mengungkap tersangka dari pihak oposisi, apalagi hanya sekedar aksi membuat tagar #jokowiMUNDUR di twitter.

Sekarang Jokowi didukung mayoritas DPR dan bahkan anggota DPR dari partai oposisi saja banyak yang menjilat Jokowi, maka silakan frustasi sekuat-kuatnya karena level kalian cuma Abu Janda, itupun kalian gagal membungkamnya.

Jokowi mundur? Mimpi!

Ibarat tentara yang sudah frustasi di medan perang dia akan menembakan pelurunya ke segala arah dengan harapan menghabisi musuhnya. Para hacker yang sudah frustasi akan melakukan DDOS attack dengan membanjiri website targetnya karena tidak menemukan celah pada sistem keamanan.

KPK Taliban telah terendus dan sedang berada di ujung tanduk, maka mereka mencoba melawan dengan menjadikan KEMENPORA tersangka dugaan kasus suap, padahal kasus ini sudah lama bergulir, kenapa baru sekarang ditetapkan menjadi tersangka? Karena mereka menjadikan ini sebagai peluru untuk menjatuhkan Jokowi yang telah lama mereka incar tapi tidak mempunyai celah dalam hal korupsi.

Akhirnya mereka menjadikan ini sebagai senjata walaupun mereka tahu efeknya tidak akan membuat Jokowi goyah, pengalaman pilpres sudah membuktikannya dengan menjadikan Romy tersangka, namun Jokowi tetap terpilih menjadi Presiden untuk kedua kalinya.

Yang menarik adalah langkah KPK ini berdekatan dengan semakin dekatnya pelantikan Presiden, jika kita tarik sedikit ke belakang maka baru-baru ini ada masalah Karhutla, kebakaran hutan yang menjadi masalah provinsi terkait terpaksa harus ditimpakan kepada Jokowi yang perannya sebagai pusat pemerintahan sudah dilakukan dengan baik dengan menurunkan ribuan personil.

Namun nafsu menyerang Jokowi tidak membuat para kadal gurun mengapresiasi kinerja Jokowi, padahal di saat yang sama mereka memuji-muji Anies yang pencitraan dengan mengirimkan 65 personil dan marah-marah ketika ditolak. Lucu tidak, yang mengerahkan ribuan personil dihujat tapi yang mengirim 65 dipuji puji?

Tidak cukup sampai di situ, mereka menghujat Jokowi karena tidak membantu ikut memadamkan kebakaran. Padahal di saat yang sama Anies juga meminta personil nya yang turun bukan? Jokowi bagaimanapun ikut meninjau dan turun ke lokasi terjadinya kebakaran. Jokowi itu Presiden, di atas Gubernur Riau yang juga hanya ikut memberi instruksi dan memantau keadaan, namun Jokowi rela mengambil alih tugas Gubernur Riau untuk membantu.

Bahkan kabarnya Mahasiswa mengambil alih ruang paripurna DPRD Riau, menggelar SIDANG RAKYAT menuntut JOKOWI lengser.

Jelas sudah ini adalah langkah frustasi dari para kadal gurun, sehingga masalah provinsi ditimpakan langsung kepada Jokowi. Apa para mahasiswa tersebut tidak paham otonomi daerah? Yang pasti hal ini digunakan dengan harapan masyarakat lainnya terprovokasi dan melakukan hal yang serupa di daerah-daerah lainnya.