JK Menyayangkan Persamaan Ideologi Tidak Berdampak Pada Masyarakat



60 Views

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) partai politik di Indonesia hampir semuanya memiliki persamaan. Partai yang mengaku relijius,
menurut JK, tidak bisa dibedakan dengan partai nasionalis begitu pun sebaliknya.

Ia menilai tidak ada lagi perbedaan mencolok terkait ideologi partai.

“Parpol kita itu hampir semua mengalami terjadi dalam proses persamaan. Dulu dikenal ada partai nasional ada partai agama. Ada
Golkar, PDIP. Kemudian ada lagi di pihak nasional, kemudian di pihak agama ada PAN, PKS, PKB, PPP, tapi sekarang ini terbaur,”
jelas JK saat memberikan kuliah umum ke peserta pendidikan Lemhanas, Istana Wakil Presiden, Kamis (11/7/2019).

Selain itu menurut JK, bahwa saat ini partai berjuang untuk satu tujuan yaitu kekuasaan. Ia menyebut, saat ini partai-partai sibuk
meminta jatah kursi usai pemilu.

“Pada dasarnya semua partai berjuang untuk menang, untuk menang apa? Ya mendapat mandat kekuasaan. Jadi sekarang ini semua
berbicara tentang mandat kekuasan. Semua partai satu, saya dapat kursi berapa, saya dapat menteri berapa. Tidak lagi bicara
ideologi kita apa, jadi kembali ke situ sekarang ini,” ujarnya.

Meski demikian, JK menyayangkan persamaan ideologi tidak berdampak pada masyarakat. Dia menyebut banyak polarisasi terjadi di
masyarakat yang hanya disebabkan masalah-masalah yang tidak memiliki substansi penting.

“Namun di bawah terjadi suatu polarisasi seakan-akan sikap kegamaan, ideologis, itu terjadi. Padahal hanya sebab-sebab yang
kasuistis. Bukan berdasarkan fundamental daripada sikap politik. Tapi terjadi dalam kasus-kasus yang menyebabkan terjadi
polarisasi,” ujarnya.

Jadi kata JK dalam real politiknya kedepan bahwa seperti yang ia dapat dari pola kekuasaan ini adalah tidak ada lagi perbedaan
ideologi dalam berpolitik di Indonesia. Hal itu kini tengah dihadapi masyarakat.

Oleh karena itu diharapakan agar parpol tidak lagi berjuang semata-mata untuk kekuasaan namun mulai kembali kepada kepentingan
bangsa yang lebih besar serta didasarkan pada ideologi Pancasila.