Jika Serius Digarap Jokowi Optimis Pengelolaan Garam di NTT Dongkrak Perekonomian Wilayah



157 Views

Presiden Joko Widodo mengaku miris melihat lahan produksi garam yang terbelengkalai selama berpuluh-puluh tahun di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Padahal kata dia jika lahan tersebut digarap secara serius maka akan meningkatkan kesejateraan penduduk dan petani garam khususnya.

“Di sini ada hamparan pembuatan garam yang sangat luas sekali. Tapi sudah berpuluh puluh tahun sudah tidak digarap dengan serius,” ungkap dia di Bendungan Rotiklot, NTT, Senin (20/5/2019).

Jokowi menyebut jika sudah dikerjakan dengan serius dan dimanfaatkan dengan baik tentu kesejahteraan penduduk sekitar akan terdongkrak Jokowi menambahkan, bahkan satu orang petani garam bisa mendapat penghasilan hingga Rp 15 juta per bulan.

“Itu satu orang sebulannya bisa dapat Rp 15 juta. Kalau benar digarap, akan seberapa banyak orang yang kesejahteraannya naik,” ujarnya.

Memang dibutuhkan keyakinan agar hal tersebut tercipta. Untuk itu Jokowi mengatakan telah mengajak Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil untuk segera mensertifikasi lahan produksi garam yang terabaikan itu.

“Saya langsung telepon menteri ATR untuk buat sertifikat, serahkan untuk rakyat. Rakyat akan kita bimbing untuk bekerja itu,” ucapnya.

“Saya perintahkan kepada menteri untuk memberikan hak konsesinya kepada swasta dulu. Kalau swasta enggak kerjain, cabut, berikan pada rakyat,” imbuhnya.

Langkah itu lanjut Presiden Jokowi harus diinisiasi agar masyarakat NTT bisa mencapai kesejahteraan dengan adanya lahan produksi garam yang dikelola oleh penduduk lokal.

“Step by step memang harus kita pikirkan agar kemakmuran bisa kita raih bersama-sama. Nanti Agustus ada panen. Kita panen garam sekaligus kita serahkan sertifikatnya kepada masyarakat biar lahannya produktif,” kata Presiden Jokowi.