Ijtima Ulama IV Berisi Kelompok Pro Khilafah dan Anti Pancasila



96 Views

Kehadiran mantan Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto pada Ijtimak Ulama IV di Hotel Lorin, Bogor, Senin (5/8) patut dicurigai. Hal ini mebuktikan bahwa pemikiran HTI dijadikan rujukan sebagai referensi dalam Ijtima Ulama IV.

Hal itu juga dipertegas oleh Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif yang mengatakan bahwa Ismail sengaja diundang karena pertimbangan rekam jejak pemikirannya.

“Pak Ismail Yusanto itu kan salah satu tokoh di negara kita, salah satu aset bangsa, salah satu intelektual di negara kita. Maka kita mengundang beliau karena bagian dari tokoh, anak bangsa yang memang ada di negara yang kita cintai ini,” kata Slamet dalam jumpa pers di sela-sela Ijtimak Ulama IV di Hotel Lorin, Bogor, Senin (5/8).

Selain Ismail, sejumlah tokoh ormas Islam dipastikan hadir dalam Ijtimak Ulama IV. Mereka adalah Ketua Umum FPI Sobri Lubis, Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif, Bernard Abdul Jabbar, Haikal Hasan, dan Abdullah Hehamahua.

Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa sekaligus penanggung jawab Ijtimak Ulama IV, Yusuf Muhammad Martak menyebut Ijtimak Ulama IV membahas situasi dan kondisi politik usai Pemilu 2019. Dia juga menyebut Ijtimak juga membahas pengkhianatan pemilu yang tidak disukai umat Islam.

Terutama pada hal-hal yang sifatnya tidak disukai atau pelanggaran-pelanggaran, kecurangan-kecurangan, atau pengkhianatan-pengkhianatan dalam pemilu yang telah berlalu.

“Kita kembalikan kepada musywarah yang akan kita laksanakan pada Ijtimak IV,” ujar Martak.

Ulama -Ulama yang hadir di Ijtima Ulama IV adalah Ulama gemblung karena masih saja mengungkit isu kecurangan Pilpres 2019 yang tidak bisa dibuktikan oleh Prabowo-Sandiaga dan mendukung khilafah yang akan menghancurkan NKRI.

Pelaksanaan Ijtima Ulama IV bukan mendatangkan kemaslahatan dan kenyamanan masyarakat namun justru memperkeruh situasi karena membahas isu kecurangan Pilpres yang tidak terbukti dan anti Pancasila.

Itu artinya Ijtima Ulama IV adalah forum khilafah terselubung yang ingin mengubah Indonesia menjadi NKRI bersyariah yang sudah jelas tidak pantas di negeri yang didiami oleh beragam suku, agama, budaya dan bahasa.