Idul Adha Momen untuk Mencapai Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang Lebih Baik



66 Views

Hari Raya Idul Adha sejatinya menjadi momen untuk lebih berkorban. Idul Adha sendiri tidak hanya mengorbankan harta berupa hewan, tetapi hendaknya dijadikan semangat berkorban membuang sifat-sifat buruk dalam diri manusia yaitu kedengkian, fanatisme, egoisme, dan radikalisme untuk mencapai kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Prof Dr KH Ahmad Satori Ismail MA, menuturkan bahwa teladan Nabi Ibrahim AS adalah contoh nyata bahwa kita harus berkorban untuk menciptakan negeri yang aman dan sentosa.

“Juga istri Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang rela berkoban bolak-balik dari Safa dan Marwa sehingga ditemukan kenyamanan berupa air zamzam yang sampai sekarang masih bermanfaat. Teladan itu harus kita praktikkan bersama di era sekarang untuk menciptakan kedamaian, ketenteraman, dan kesatuan Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Kamis (8/8).

Satori menjelaskan, kalau menyembelih kambing adalah berkurban sebagai bentuk kepedulian kepada yang tidak punya agar mendapatkan makanan dan gizi yang baik. Namun, berkurban tidak cukup hanya berkorban dengan harta, tapi ada hal-hal dalam jiwa manusia yang harus dikorbankan untuk kebaikan bersama yaitu rasa ego, marah, kedengkian, sehingga bisa menjadi pribadi yang bersih.

“Jadi yang dikorbankan itu hal-hal yang jelek dari diri kita, juga hal-hal yang terlalu kita cintai seperti harta. itu wajib dikurbankan untuk saudara kita yang kekurangan kena bencana, tertindas, fakir miskin, dan lain-lain, dalam rangka menciptakan negara yang adil dan makmur,” kata dia.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah ini mengatakan pengorbanan adalah keharusan untuk mencapai kebahagiaan. Dengan berkurban dan berkorban, diharapkan bangsa Indonesia menjadi negara besar, bersatu padu di tengah perbedaan dan keragaman yang ada.

Menurutnya umat Islam harus rela berkorban dengan memberikan perhatian serta membantu keluarga, saudara, tetangga yang hidupnya berada digaris kemiskinan.

Karena itu di momen Idul Adha 1440 Hijriah ini, Satori mengajak seluruh bangsa untuk memerangi kemiskinan. Sebab, kemiskinan dinilai yang membuat bangsa Indonesia berantakan.

“Ketika sejahtera dan perut dicukupi, pasti akan terjadi keamanan. Intinya mari bersama-sama berjuang untuk mencapai kesejahteraan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia.”