Hendak Hancurkan Jokowi Yang Masuk Ka’bah Kubu Oposisi Ramai-ramai Blunder

Hendak Hancurkan Jokowi Yang Masuk Ka'bah Kubu Oposisi Ramai-ramai Blunder

3,064 Views

Dibawah lindungan Ka’bah adalah adalah novel sekaligus karya sastra klasik Indonesia yang ditulis oleh ulama besar Indonesia Haji Abdul Malik Karim Amrullah, atau lebih dikenal dengan Hamka yang juga mantan Ketua MUI. Novel ini diterbitkan pada tahun 1938 oleh Balai Pustaka, penerbit nasional Hindia Belanda.

Novel Hamka ini sesungguhnya menceritakan tentang kisah percintaan antara Hamid dan Zainab, yang sama-sama jatuh cinta tetapi terpisah mulai dari karena perbedaan latar belakang sosial hingga Zainab yang dihadapkan oleh permintaan ibunya agar menikah dengan laki-laki yang telah dipilihkan. Pada akhir cerita, Hamid memutuskan pergi ke Mekkah, kemudian terus beribadah hingga akhirnya meninggal di hadapan Ka’bah setelah mengetahui Zainab meninggal.

Ka’bah yang dikenal selama ini sebagai kiblat umat muslim seluruh dunia merupakan warisan sejarah Islam jauh sebelum Nabi Muhammad SAW. Kekeramatan Ka’bah sebagai rumah Allah SWT untuk membuat perlindungan kepada kaum dan orang yang dipilihnya jauh melampaui akal pikiran manusia.

Sejarah mencatat ashabul fiil (pasukan gajah) yang ingin menghancurkan rumah Allah (Ka’bah). Mereka sudah mempersiapkan diri untuk menghancurkan Ka’bah tersebut.

Mereka pun mempersiapkan gajah untuk menghancurkannya. Tatkala mereka datang mendekati Makkah, orang-orang Arab tidak punya persiapan apa-apa untuk menghadang mereka. Penduduk Makkah malah takut keluar, takut dari serangan ashabul fiil tersebut.

Lantas Allah menurunkan burung yang terpencar-pencar, artinya datang kelompok demi kelompok. Itulah yang dimaksud “thoiron ababil” sebagaimana kata Ibnu Taimiyah. Burung-burung tersebut membawa batu untuk mempertahankan Ka’bah.

Batu itu berasal dari lumpur (thin) yang dibentuk jadi batu, seperti tafsiran Ibnu ‘Abbas. Ada juga yang menafsirkan bahwa batu tersebut adalah batu yang dibakar (matbukh). Batu tersebut digunakan untuk melempar pasukan gajah tersebut. Lantas mereka hancur seperti daun-daun yang dimakan dan diinjak-injak oleh hewan. Allah memberi pertolongan dari kejahatan pasukan gajah tersebut. Tipu daya pasukan gajah itu pun akhirnya sirna.

Demikan pula tipu daya lawan politik Presiden Jokowi yang sirik dan dengki Jokowi mendapat kehormatan dan kemuliaan memasuki Ka’bah saat umroh di masa tenang Pemilu dan Pilpres 2019. Tak kurang 2 Wakil Ketua DPR RI kualitas Gajah dari kubu oposisi seperti Fachri Hamzah dan Fadli Zon langsung menyeranganya.

Namun yang dikerahkan Allah SWT saat ini untuk melindungi Presiden Jokowi bukanlah pasukan ‘ababil’ nya, namun rakyat Indonesia khususnya umat Islam yang merasa tersinggung karena presidennya masuk Ka’bah dan ingin beribadah malah dipermasalahkan oleh mereka.

Blunder Fachri Hamzah dan Fadli Zon malah makin terkuak ketika Fadli Zon menyebutkan Prabowo junjungannya sudah lama masuk Ka’bah sejak tahun 1991 saat Prabowo menemani mertuanya Presiden Terkorup didunia Suharto beribadah haji untuk memenangkan hati umat Islam saat itu yang begitu terluka akibat pembantaian ulama pada peristiwa tanjung priok tahun 1984.

Kenyataannya sudah sejak lama pintu Ka’bah tidak dibuka saat musim haji akibat semakin membludaknya jamaah haji saat musim haji. Keputusan pemerintah Kerajaan Saudi Arabia menutup pintu kabah saat musim haji demi keamanan dan kenyamanan ibadah haji.

Blunder lainnya seperti orang yang begitu meninginginkan ganti presiden tanpa calon berkualitas, Mardani Ali Sera sempat menulis cuitan tentang seseorang yang memaksa dan meminta ke raja untuk bisa masuk ke Kabah agar bisa mendulang elektabilitas.

“Maksa-maksa minta ke raja untuk bisa masuk Kabah, membawa full tim media bersiap publikasi. Hanya satu alasan utamanya elektabilitas. Ada yang seperti ini? Ada #KisahNegeriLawas,” cuit Mardani Ali Sera lewat akun Twitter-nya.

Pernyataan konyol Mardani tersebut akhirnya membuat pasukan ‘ababil’ dunia maya yang dikomandani Cak Lontong secara berkelompok menghabisi pernyataan bernada jahat Mardani tersebut.

Apa kaitannya umroh dan masuk kabah dengan mendulang elektabilitas? Justru partai Mardani yang jelas-jelas sedang gila elektabilitas dengan menjual janji manis penghapusan pajak motor serta pemberlakuan SIM seumur hidup.

Meski terdengar manis, tapi entah bagaimana cara mereka melakukannya. Terkesan sedang cari elektabilitas karena elektabilitas partai ini sedang anjlok.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menilai cuitan Mardani Ali Sera penuh nafsu dan kuasa.

“Mardani cuitanmu penuh nafsu kuasa, jangan kebelet dong kalau mau berkuasa,” kata Ngabalin. Dia merasa heran dengan sindiran Mardani yang menyebut Jokowi hanya mengejar elektabilitas di Pilpres 2019 ketika berkesempatan masuk ke bangunan suci di Makkah. Menurutnya, Jokowi merupakan kepala negara yang mendapatkan kehormatan dari Kerajaan Arab Saudi, sehingga bisa masuk ke dalam Kabah” Kecam Ngabalin.

Saat ini keramat Ka’bah telah membawa Presiden Jokowi kembali memenangkan kontestasi Pilpres 2019 dengan mengalahkan lawan tanding lawasnya Prabowo Subianto berdasarkan versi quick count seluruh lembaga survei Pemilu yang kredibel.

Tipu daya Prabowo dan pendukungnya untuk menghancurkan Jokowi selesai dan sirna seketika karena pertolongan Allah semata sebagai pemilik Ka’bah. Jokowi selalu dibawah perlindungan Kabah.