Hadapi Pemilu Serentak 2019 Wiranto Menjamin Keamanan



710 Views

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menegaskan terkait pengamanan Pemilu serentak 2019. Ia mengatakan, kesiapan pelaksanaan Pemilu sudah sangat maksimal mulai dari aspek keamanan, penyelenggaraan hingga fasilitator pelaksanaan Pemilu.

Wiranto mengungkapkan, dari hasil ‘cheking’ terakhir memang masih ada kekurangan, namun ia mengharapkan kekurangan tersebut bisa selesai sebelum hari H pemungutan dan penghitungan suara.

“Dari sisi keamanan, penyelenggaraan, fasilitator, sudah siap. Tinggal kita menyiapkan masyarakat. Masyarakat kita imbau supaya jangan golput, semua harus melaksanakan hak pilihnya agar hak politiknya tidak disia-siakan,” tegasnya usai membuka Rapat Koordinasi (Rakornas) Bidang Kewaspadaan Nasional dalam Rangka Pemantapan Penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019 di Ballroom Grand Paragon Hotel, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Meski begitu, menurut Wiranto, kesiapan aparat keamanan perlu ditingkatkan karena mereka yang akan menjamin seluruh masyarakat bisa nyaman menyalurkan hak pilih mereka dari rumah menuju ke TPS-TPS.

“Kita tahu aparat keamanan siap, dengan gelar pasukan kemarin, TNI/Polri sudah siap mengamankan masyarakat dari rumah-rumah mereka sampai ke TPS, kemudian penyelenggara pemilu juga sudah siap,” ujarnya.

Karena itu kata dia, tidak ada alasan karena Pemilu masyarakat terpecah-belah. Pemilu, lanjutnya merupakan ajang memilih pemimpin bukan permusuhan.

“Pilihan boleh beda, beda pilihan sudah biasa, beda pendapat biar saja, yang penting tidak berkelahi. Ingat, Pemilu ini ajang memilih pemimpin bukan ajang permusuhan,” ucapnya.

Wiranto berpesan, agar Indonesia mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan yang telah dijaga dan dirawat selama ini. Karena, berkat persatuan, Indonesia diakui dunia melalui Gallup Global Law and Order, yang menyematkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi di dunia, negara teraman nomor 9 di dunia dengan index 89, negara dengan tujuan investasi nomor 2 setelah Filipina.

“Saya pesan, ini adalah capaian kita, jangan sampai dirusak oleh permusuhan dan perpecahan Pemilu,” tegasnya.