Gerindra Desak Demokrat Bongkar Percakapan SBY-Prabowo

Perseteruan antara Parpol Pendukung Koalisi Adil Makmur terutama Gerindra vs Demokrat mencerminkan tidak ada yang abadi dalam politik.

90 Views

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah mulai gerah dengan pernyataan-pernyataan elit Partai Demokrat.

Konflik Gerindra dan Demokrat pun semakin memanas terutama pasca pernyataan tidak etis yang disampaikan Prabowo ketika suasana duka dengan menyinggung pilihan politik Ani Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, menilai sikap dan pernyataan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, sudah tidak enak didengar ditelinga. Padahal kata Andre selama kampanye Ferdinand selalu memuji Prabowo.

“Menarik dalam 8 bulan kampanye bung @FerdinandHaean2 selalu hadir di acara pak @prabowo dan memuji2 pak @prabowo. Saran saya kalo mau keluar jangan cari pembenaran. Kalo mau keluar silakan saja. Kami ucapkan selamat jalan semoga mendapatkan yg diinginkan di kubu sebelah,” cuit Andre melalui akun twitternya @andre_rosiade, Senin (10/6/2019).

Terkait sindiran Demokrat yang menyudutkan Prabowo dengan tidak elok menyampaikan pilihan politik Ani Yudhoyono Andre pun mempersilakan Feerdinan untuk membongkar isi percakapan antara Prabowo dengan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Menjawab ancaman saudara @FerdinandHaean2 yg akan membongkar percakapan pak @prabowo dengan pak @SBYudhoyono di Puri Cikeas. Silahkan saja dibongkar, enggak usah digertak-gertak,” cuit Andre.

Andre pun mengatakan bahwa perkataan Prabowo soal pilihan politik istri SBY menurutnya sangat konstitusional. Prabowo kata dia juga menghormati SBY dan istrinya.

“Saya tegaskan percakapan pak @prabowo sangat konstitusional dan menghormati pak @SBYudhoyono dan bu Ani,” kicaunya.

Sebelumnya Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono memang mengaku tidak nyaman dengan pidato capres RI nomor urut 02 Prabowo Subianto ketika bertakziah atas meninggalnya Ani Yudhoyono. Prabowo menyinggung pilihan politik Ani Yudhoyono semasa hidup. Pernyataan itu dianggap tidak pantas dilontarkan dalam suasana duka.

Pertikaian Gerindra dan Demokrat menjadi pembelajaran bagi masyarakat bahwa politik selalu berubah-ubah dan tidak ada yang abadi dalam politik sehingga masyarakat jangan lagi terprovokasi dan berseteru akibat politik sebab lawan bisa menjadi kawan dan sebaliknya, kawan bisa menjadi lawan.