Gelembungkan Suara Caleg Gerindra, Petugas PPK Ulu Talo Ditangkap Polisi di Jakarta



806 Views

Polda Metro Jaya menangkap tiga petugas PPK Ulu Talo, Seluma, Bengkulu, di kawasan Jakarta Selatan, Senin (15/5/2019). Mereka diduga melakukan tindak pidana pemilu.

Ketiganya adalah Azis Nugroho (24) selaku Ketua PPK Ulu Talo, Arizon (43) selaku Sekretariat PPK Ulu Talo, dan Andi Lala (36) selaku Operator PPK Ulu Talo.

Penangkapan itu dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

“Iya Subdit Jatanras Polda Metro Jaya hanya mem-backup Polres Seluma, Polda Bengkulu, karena ada permintaan bantuan pencarian,” kata Argo saat dihubungi, Selasa (14/5/2019).

“Ditangkap di mal kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan,” sambung Argo.

Awalnya, pada Selasa (23/4), rapat pleno rekapitulasi suara dikirim PPK Kecamatan Ulu Talo ke Kabupaten Seluma dan sertifikat hasil perhitungan suara oleh PPK selesai di-print out pada Rabu (24/4).

Hasil print out itu ditandatangani oleh saksi parpol. Kemudian DA1 dibagikan untuk para saksi dan Panwascam Ulu Talo.

Hingga pada Senin (29/4) data tersebut diterima oleh saksi dan Panwascam, tetapi ketika di-cross check terdapat perbedaan hasil antara hasil perolehan pada saat pleno dan salinan jumlah perolehan pada Salinan DA 1.

Perbedaan tersebut terdapat pada partai Gerindra dan calon legislatif partai tersebut.

Perbedaan mencolok tersebut terdapat pada perolehan caleg atas nama dr Lia Lastaria dengan perolehan suara pada rekap DA Pleno sejumlah 185 suara, tetapi pada salinan DA 1 menjadi 1.137 suara.

Selama ini Partai Gerindra dan kolaisinya kerap melontarkan isu kecurangan. Namun pada kenyatannya, Gerindra dan para kadernya telah terbutki bahkan terbiasa berperilaku curang untuk meraih kekuasaan.

Kelakuan Gerindra dan kadernya jelas merusak demokrasi dan merugikan rakyat, untuk itu kepolisian harus mengusut keterlibatan PPK dan memeriksa caleg Gerindra.