ESDM Sebut Penggunaan B30 Tidak Mengurangi Kemampuan Kendaraan



80 Views

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan uji coba penggunaan Bahan Bakar campuran Biodiesel 30% (B30) pada bahan bakar solar kendaraan bermesin diesel.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan road test B30 ini bukan uji jalan saja. Akan tetapi juga mempromosikan kepada masyarakat bahwa penggunaan bahan bakar B30 performa termasuk akselerasi kendaraan tidak turun dan perawatannya tidak memakan biaya tambahan yang besar.

“Dan juga sosialisasinya harus yang benar yang faktual,” kata Jonan dalam acara peluncuran di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6/2019). Dalam peluncuran itu, Jonan didampingi oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

Peluncuran ditandai dengan pelepasan keberangkatan 3 unit truk dan 8 unit kendaraan penumpang berbahan bakar B30 yang masing-masing akan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer.

Jonan juga menjelaskan bahwa Mandatori B30 ini juga merupakan langkah konkret pemerintah untuk terus mengembangkan industri kelapa sawit, mensejahterakan petani kelapa sawit, serta menjamin ketersediaan dan kestabilan harga BBM dalam negeri.

“Road test B30 ini yang paling penting adalah bagaimana penerapan B30 ini digunakan untuk engine produksi. Tapi intinya kalau B30 ini diterapkan performa engine dan biaya itu tidak berubah banyak,” jelasnya.