Emak-Emak Pelaku Kampanye Hitam Terhadap Jokowi Tak Diakui PKS Sulsel

Emak-Emak Pelaku Kampanye Hitam Terhadap Jokowi Tak Diakui PKS Sulsel

79 Views

Serangan kampanye hitam yang dilakukan emak-emak yang diduga bagian dari kader PKS terhadap Joko Widodo telah merusak demokrasi di Indonesia.

Serangan yang tak beretika itu, lagi-lagi dibantah. PKS Sulsel pun tidak mengakui sosok yang melakukan kampanye hitam itu adalah kadernya.

“Orang dari mana saja bisa berpakaian PKS, ya siapa saja. Bisa jadi mungkin simpatisan. Tapi yang beredar itu pasti bukan pengurus,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel Ariady Arsal di kantor Bawaslu Kota Makassar, Jalan Toddopuli, Makassar, Selasa (5/3/2019).

Penolakan PKS Sulsel yang tak mengakui pelaku black campaign terhadap Presiden Jokowi sebagai kadernya adalah hal yang terus berulang dilakukan kubu pendukung Prabowo-Sandi.

Kubu oposisi terus mengelak dikaitkan jika kader atau relawannya tersangkut kasus hukum. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penurunan elektabilitas Prabowo-Sandi.

Sungguh ironi, tindakan PKS Sulsel sudah keterlaluan karena membiarkan kadernya menghadapi proses hukum sendiri sehingga pengorbanan kadernya selama ini adalah hal yang sia-sia.

Sebelumnya sebuah video emak-emak mendadak viral di Sulawesi Selatan. Emak-emak yang memakai baju PKS itu berkampanye untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan melakukan kampanye hitam ke Jokowi. Ibu tersebut mengatakan pemerintahan Jokowi akan menghapus kurikulum agama dan menghapus pesantren.

“Kalau kita pilih Prabowo itu, kita pikirkan nasib agama kita, anak-anak kita walaupun kita tidak menikmati. Tapi besok lima tahun atau 10 tahun akan datang ini, apakah kita mau kalau pelajaran agama dihapuskan oleh Jokowi bersama menteri-menterinya?” kata ibu tersebut.

“Itu salah satu programnya mereka. Yang pertama, pendidikan agama dihapus di sekolah-sekolah. Terus rencananya mereka itu menggantikan pesantren. Itu akan menjadi sekolah umum dan berbagai macam cara untuk ini,” katanya lagi.