Elite Politik Harus Memberikan Pendidikan dan Komunikasi Politik Sesuai Pancasila



59 Views

Situasi sosial politik menjelang 22 Mei 2019 diprediksi menimbulkan kegaduhan dan keretakan sosial. Hal ini sebenarnya bisa sajatidak terjadi bila elite memberi contoh pendidikan dan komunikasi politik sesuai dengan etika politik Pancasila.

Situasi sosial yang tidak sehat ini telah melanda seluruh lapisan masyarakat, bahkan hingga tingkat keluarga.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan Dr Iur Liona Nanang Supriatna menyayangkan, sikap ketidak dewasaan elite politik di Indonesia dalam berdemokrasi yang berlawanan arah.

“Dengan tumbuhnya euforia kesadaran politik dalam masyarakat yang cukup tinggi,” ujarnya melalui pernyataan tertulis, Rabu (16/5).

Bangsa Indonesia, tambah Liona mengatakan terancam dengan sikap pihak-pihak yang bertindak inkonstitusional. Menurutnya ini sebuah tamparan keras. Padahal, selama ini bangsa Indonesia terkenal dengan nilai-nilai luhur Pancasila yang diakui dunia.

Lebih lanjut kata dia, rakyat Indonesia telah melaksanakan ‘kedaulatan rakyat’ melalui pemilihan umum serentak yang diselenggarakan pada tanggal 17 April 2019.

“Apabila ada pihak-pihak yang tidak puas maka semua pihak wajib menempuh penyelesaian sengketa tersebut sesuai dengan hukum positif Indonesia,” ujarnya.

Selain sebagai sumber derivasi peraturan perundang-undangan, Pancasila juga merupakan sumber moralitas terutama dalam hubunganya dengan legitimasi kekuasaan, hukum serta sebagai kebijakan dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara termasuk mengikuti tahapan-tahapan Pemilu.

Terkait peran KPU, Liona menilai penyelenggara Pemilu itu telah menjalankan tugas dan kewajiban berdasarkan asas legalitas, serta asas demokrasi.