Dorong Percepatan Perputaran Ekonomi di Wilayah Pedesaan, Dana Desa Dicairkan 40 Persen

Dorong Percepatan Perputaran Ekonomi di Wilayah Pedesaan, Dana Desa Dicairkan 40 Persen

91 Views

Perekonomian desa dinilai sebagai salah satu kekuatan ekonomi Indonesia untuk bertahan dari perlambatan ekonomi global pada 2020. Salah satu faktornya dipengaruhi adanya perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

Untuk mendorong percepatan perputaran ekonomi di wilayah pedesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bakal mencairkan Dana Desa tahap pertama pada Januari 2020 sebesar 40 persen.

“Presiden sudah meminta Dana Desa itu agar pada Januari 2020 sudah dicairkan 40 persen, bukan 20 persen seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, seperti dikutip dari Antara saat berada di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (28/12).

Sebagai catatan, pada tahun sebelumnya, pencairan Dana Desa tahap pertama dilakukan sebesar 20 persen, tahap kedua sebesar 40 persen, dan tahap ketiga dilakukan pencairan sebesar 40 persen.

“Sebanyak 40 persen itu tergantung alokasi dari masing-masing desa. Karena tiap desa berbeda-beda. Misalnya, satu desa mendapatkan alokasi Rp500 juta, maka yang dicairkan 40 persen dari nominal tersebut,” kata Abdul.

Pencairan Dana Desa sebesar 40 persen tersebut, diharapkan mampu mendorong perputaran roda perekonomian wilayah pedesaan. Sektor usaha mikro termasuk UMKM serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan bisa menggeliat dengan adanya pencairan Dana Desa tersebut.

Selain pencairan Dana Desa sebesar 40 persen pada tahap pertama tersebut, untuk memperkuat perputaran ekonomi desa, juga diperlukan penguatan dan revitalisasi BUMDes, termasuk penguatan produk desa yang berbasis kawasan.