Dirut RSUD Kota Bekasi Dipecat



15 Views

bataraonline.com Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Titi Masrifahatidicopot dari jabatannya pada Rabu (24/8/2016) siang. Titi kemudian mendapat tugas baru sebagai Staf Ahli Pemerintah Kota Bekasi bidang Politik dan Hukum.

Diduga pencopotan Titi berkaitan dengan adanya utang obat yang dilakukan oleh rumah sakit pelat merah tersebut ke distributor obat senilai Rp 1 miliar pada awal 2016 lalu.

Namun, Kepala Sub Bagian Mutasi pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi, Widi Tiawaman membantah hal itu, dan berdalih pencopotan ini berdasarkan pada rekomendasi Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

”Kami masih menunggu keputusan kepala daerah, untuk mencari pelaksana tugas yang akan menggantikan sementara jabatan Dirut,” kata Widi Tiawaman, Rabu (24/8/2016).

Dalam rotasi yang dilakukan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di gedung Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Titi menjadi Staf Ahli Pemkot bidang Politik dan Hukum menggantikan Erwin Effendi yang kini bertugas sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Adapun Alexander Zulkarnaen yang sebelumnya menjadi Kadisdukcapil Kota Bekasi dimutasi sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi yang kosong sejak beberapa pekan lalu.

Sebelumnya, RSUD Kota Bekasi terpaksa utang obat hingga Rp 1 miliar ke distributor obat pada awal 2016 lalu, sehingga berakibat pada sebagian pasokan obat menjadi berhenti. ”Iya memang ada utang ke distributor obat saat itu, sebesar Rp 1 miliar. Itu yang menyebabkan stok obat berkurang,” kata Kepala Inspektorat Kota Bekasi, Cucu Syamsudin. (KP)