Dibilang Lemah Oleh Prabowo, TNI Balas dengan 12 Kali Juara Umum Berturut-turut Lomba Tembak AASAM



631 Views

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kerap kali merendahkan dan menghina sebuah profesi, dari tukang ojek, tampang boyolali hingga yang terbaru menyebut TNI kita lemah.

Pernyatan yang seharusnya tak terucap dari seorang pemimpin yang katanya menghormati rakyatnya.

Dalam debat capres keempat beberapa waktu lalu, Prabowo melontarkan hinaa terhadap institusi militer kita. Ia menuding pertahanan-keamanan Indonesia terlalu lemah dan anggarannya terlalu kecil.

“Di bidang pertahanan keamanan, kita terlalu lemah. Anggaran kita terlalu kecil,” kata Prabowo saat itu.

Prabowo bahkan membusungkan dada, dengan menyebut dirinya tentara is the best, lebih TNI dari TNI.

Sebelumnya (2018 silam), Prabowo juga pernah mengatakan bahwa institusi TNI kita semakin lemah.

“Saudara-saudara, kondisi inilah yang membuat bangsa Indonesia menjadi lemah. Tentara kita lemah, Angkatan Udara kita lemah, Angkatan Laut kita lemah, kekayaan kita diambil. Dan dengan demikian, kita merasa kondisi ekonomi kita semakin memprihatinkan, semakin menyusahkan kehidupan rakyat,” ujar Prabowo dalam video yang diunggah di akun Facebook-nya, (19/06/2018).

Meski demikian, TNI tak sedikit pun merasa tersinggung atas pernyataan mantan tentara pecatan itu.

Tentara kita juga sadar bahwa Prabowo itu pernah dipecat dari tentara. Jadi wajar, jika ia menjelek-jelekkan mantan institusinya ters

Dengan bangga, TNI pun membuktikan kemampuannya dan kehebatannya dengan menjuarai lomba tembak antarnegara Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) 2019.

TNI Angkatan Darat (AD) menjadi juara umum untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya dalam keterangan resmi mengatakan, yang dicapai kontingen TNI AD di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia, ini bukan hanya prestasi untuk TNI AD atau TNI semata, namun juga prestasi untuk rakyat dan bangsa Indonesia.

Lebih lanjut Brigjen Candra mengungkapkan, dari 20 orang petembak terbaik yang mengikuti Match Championship 104, lima orang di antaranya adalah petembak TNI AD.

“Ini sangat membanggakan, ketiga petembak kita, Sertu Woli, Sertu Misran, dan Kopda Arifin, merebut semua kategori juara 1, 2, dan 3 pada Match Championship 104,” ujar Brigjen Candra.

Jika diingat kembali Prabowo merendahkan institusi militer Indonesia dengan menuding terlalu lemah dan anggarannya terlalu kecil.Sementara TNI tidak reaktif menghadapi hinaan Prabowo, dan justru menunjukkan prestasinya menjadi juara umum dalam ajang lomba menembak antarnegara di ajang Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tidak seperti Prabowo yang tidak punya prestasi apapun.

Prestasi TNI ini sekaligus menunjukkan senjata produksi dalam negeri buatan PT Pindad (Persero), sangat luar biasa dan andal.

Sudah jadi tabiat Pabowo yang selalu merendahkan orang lain, hingga beberapa orang/pihak menjadi korban dari mulut Prabowo yang tidak pernah disekolahkan.