Di Pacific Exposition 2019 Puan Sebut Pancasila Sebagai Pemersatu



115 Views

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengaku bangga Indonesia memiliki Pancasila. Hal itu ia sampaikan di depan negara-negara kawasan Pasifik dalam diskusi kebudayaan di Pacific Exposition 2019 di SkyCity Convention Center, Auckland, Selandia Baru, Sabtu (13/7/2019).

Puan menyebut nilai-nilai Pancasila mampu membangun rasa kebersamaan dan gotong royong di antara masyarakat Indonesia.

“Dalam menghadapi perbedaan yang begitu besar, Indonesia memiliki Pancasila sebagai pemersatu. Pancasila adalah lima prinsip dasar bagi kehidupan masyarakat Indonesia,” ungkap Pua.

Puan mengatakan gotong royong Indonesia merupakan budaya untuk saling menolong dan saling bekerja sama demi kebaikan bersama.

“Esensinya adalah gotong royong atau bekerja sama dalam menghadapu kesulitan. Gotong royong adalah kunci utama dari lima prinsip Pancasila. Gotong royong adalah perasaan saling berbagi, menolong, dan bekerja serta berkorban untuk kepentingan bersama,” jelas dia.

Menurutnya tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil, semuanya memiliki peran untuk bekerja demi kebaikan.

“Semangat gotong royong ini mempersatukan perbedaan yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Puan berharap semangat yang dimiliki Indonesia ini mampu menginspirasi negara-negara Pasifik untuk menguatkan kerja sama.

Dia menegaskan Indonesia berkomitmen turut membangun dunia lebih baik. Menurut Puan, semangat ini telah diturunkan dari Presiden RI pertama, Soekarno.

“Indonesia akan terus berkomitmen membangun komunitas dan kebudayaan global yang lebih baik. Pendiri bangsa kami, Soekarno, pada sidang umum PBB tahun 1960 menyatakan telah memberikan kami pandangan ideal tentang komitmen untuk terus maju,” kata Puan.

Dia lantas menyebut berbagai persoalan yang kini tengah dihadapi Indonesia dan negara-negara Pasifik lain dalam masa globalisasi.

“Era globalisasi memang membawa tantangan dalam pengembangan nilai-nilai budaya. Kita harus mampu menghadapi dampak negatif konsumerisme dan berita palsu. Selain itu kita juga dihadapi erosi nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, toleransi, dan kebersamaan,” ujar Puan.

Ia pun mengajak negara-negara Pasifik untuk menguatkan komitmen dan kolaborasi demi membangun peradaban dan kebudayaan yang lebih baik,” tegasnya.