Densus 88 Bekuk Terduga Teroris Jaringan Abu Jandal di Malang



6 Views

Polisi bersama tim Densus 88 Anti Teror menangkap tiga terduga teroris di Jawa Timur. Ketiga orang yang diduga teroris itu adalah Paripung Dhani Pasandi alias Ipung yang ditangkap di Sidoarjo.

Sementara Muhidin Gani alias Abu Faros alias Deni ditangkap di Surabaya dan Kiki Rizky Abdul Kadir alias Kiki alias Abu Ukasah ditangkap di Malang.

Densus 88 menangkap terduga teroris bernama Kiki Rizky Abdul Kadir alias Kiki alias Abu Ukasah di kediaman mertuanya Usman Bayakub di Jalan Julius Usman No. 174 Rt 06 Rw 04 Kel. Kasin Kec. Klojen Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu 9 Desember 2017.

Tersangka diduga merupakan jaringan teroris kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) dan Abu Jandal alias Salim Mubarak Atamimi yang merupakan Panglima Militer ISIS asal Malang.

“Bergabung dengan ISIS di Suriah sebagai FTF dan sudah mengikuti Tadrib askari dan Ribath,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Mohammad Iqbal dalam keterangan tertulisnya.

Dari hasil penyidikan diketahui bahwa pada 2013 lalu Kiki berangkat dari Malang bersama Abdul Hakim. Kemudian ia bertemu dengan rombongan lain di Jakarta salah satunya yakni Salim Mubarak alias Abu Janda. Mereka berangkat bersama menuju Suriah.

Tersangka mengaku diajak Abu Jandal untuk membantu korban perang sosial disana. Kiki pun tak memberitahukan kepada istri dan keluarga. Ia mengaku akan bekerja di Arab Saudi. Namun sesampai disana tak sesuai dengan kenyataan ia malah disuruh mengikuti pelatihan militer.

Iqbal menyebut, Paripung Dhani Pasandi alias Ipung, ditangkap di Sidoarjo diduga merupakan kelompok dari JAT.

“Merencanakan pemboman kantor polisi di Surabaya pada tahun 2014. Berperan membeli dan menyiapkan bahan-bahan BOM seperti asam nitrat, aseton, le nitrat, gelas takar, SCR dan kertas saring,” ujar dia.

Sementara Muhidin Gani alias Abu Faros alias Deni yang ditangkap di Surabaya, merupakan kelompok Abu Jandal. Kiki dan Deni diketahui telah bergabung dengan organisasi teroris ISIS di Suriah dan menjadi pejuang teroris asing (foreign terrorist fighter).