Demokrat dan Gerindra Saling Umbar Aib



75 Views

Beginilah cerita yang tak pernah berakhir antara Partai Demokrat dengan Gerindra. Ceritanya hanya masalah kekuasaan dan menunjukkan bahwa hubungan partai besutan Soesilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto itu semakin hari kian buruk.

Etika politik yang tidak santun ini jelas tak patut dicontoh masyarakat karena keduanya hanya mempertontonkan keburukan dan saling mengubar aib serta rahasia internal koalisi.

Terbaru dari mereka adalah bagimana Gerindra secara tegas meminta kepada kader-kader Demokrat untuk tak lagi mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang berisi tudingan terhadap Gerindra. Meski koalisi telah berakhir, etika dalam berpolitik kata Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Mulyadi tetap harus di kedepankan.

Mulyadi geram dengan sejumlah cicitan dari kader-kader Partai Demokrat yang seakan ingin menjatuhkan partainya.

“Sekarang saya sampaikan ini sebagai kader yang berusaha ingin mengingatkan supaya kita saling menghormati,” ujar Mulyadi.

Sebelumnya Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean membongkar keinginan Gerindra untuk bisa mendapatkan jatah kursi di koalisi pemerintahan Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi). Tak tanggung-tanggung, Gerindra meminta jabatan untuk menteri di bidang perekonomian.

Ferdinand menjelaskan, alasan mereka meminta kursi tersebut lantaran menginginkan rakyat sejahtera. Serta agar dapat menjalankan misi untuk menurunkan harga-harga.

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Mulyadi geram dengan sejumlah cicitan dari kader-kader Partai Demokrat yang seakan ingin menjatuhkan partainya.

Ferdinand menilai partainya tak layak mengucapkan terima kasih kepada Prabowo Subianto dan Gerindra. Justru kata dia ketum Gerindra yang harusnya berterima kasih kepada Demokrat.

“Tidak layak Demokrat berterima kasih pada Prabowo, justru Prabowo yang harusnya terima kasih pada Demokrat karena sudah bantu secara all out Gerindra dan Prabowo di dalam pencapresan kemarin,” kata Ferdinand saat dihubungi merdeka.com, Kamis (11/7).

Perseteruan antara Ferdinand dan Anggota Dewan Pembina Gerindra, Mulyadi di awali karena cuitan politisi Demokrat itu. Ferdinand dalam Twitter menyinggung, ada yang minta jatah menteri ekonomi, BUMN dan Perindustrian.

Ferdinand merasa cuitannya tak perlu dipersoalkan. Dia pun mempertanyakan, kenapa merasa tersinggung dengan tulisannya di Twitter itu.

“Kalau dia merasa tersinggung berarti memang benar Gerindra yang minta, saya kan tidak menyebut Gerindra yang minta (menteri), kenapa merasa tersinggung, ada apa dengan mereka?” kata Ferdinand.

Ferdinand kemudian menyerang balik. Dia mengatakan, Mulyadi tak tahu proses politik saat pencapresan. Sehingga dia menilai, Mulyadi tak tahu apa-apa tentang kenapa Demokrat akhirnya memilih berlabuh di koalisi Prabowo-Sandi ketimbang Jokowi-Ma’ruf. Dia meminta Mulyadi tak perlu bermimpi Demokrat ucapkan terima kasih pada Prabowo.

“Saya pikir Mulyadi lebih perlu mengoreksi dirinya daripada mengomentari pihak lain,” tegas Ferdinand.