Demo Terobos Istana, Aksi Preman Tunggangi Mahasiswa



111 Views

Jakarta- Sikap generasi muda terutama mahasiswa seharusnya mengedepankan akal dan ilmu dalam menyikapi permasalahan terutama urusan politik yang tentu saja jadi subyek tunggangan.

Salah satu aksi demo yang hendak dilakukan tersebar di sosial media terkesan memprovokasi dengan tanda *terobos Istana. Aliansi Solidaritas Mahasiswa Menggugat (ASMM) jelas bertentagan denga ilmu dan akal yag menjadi daar seorang mahasiswa.
Karena aksi terobos istana yang diinisiasi tidak menunjukkan visi perjuangan yang konkret dan berdasar, justru mengarah pada aksi provokasi untuk mengguncang pemerintahan yang sah.

Masa depan bangsa ini adalah ditangan para mahasiswa yang tentunya mengganti peran generasi tua dalam segala bidang, terutama politik. Jelas  bahwa mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang nantinya akan menentukan nasib bangsa.
Apabila sepanjang masa kuliah justru lebih banyak menghabiskan waktu untuk membantu pihak-pihak yang memiliki kepentingan politik tertentu, maka mereka tidak memberikan kontribusi terhadap bangsa.

Para mahasiswa sendiri harus peka serta jeli melihat kemurnian aksi demo dengan hal-hal yag bersifat tunggangan semata dan memuaskan syahwat politikus kotor dengan cara memanfaatkan mahasiswa. Terakhir mahasiswa korban politikus akan cuci tangan jika terjadi sesuatu.Telingan dan mata harus dipasang ditahun=tahun politik dan menghalalkan segala cara demi kekuasaan yang menjurus koruptif karena politikus yang mamakai cara kotor bukan cara demokratif.

Apa yang diperjuangkan dalam aksi tersebut tidak jelas dan mengada ada karena bertentangan dengan hasil survei dan pengukuran kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo serta kajian ilmiah terkait pembangunan bangsa. Proses demokrasi yang benar harus dipegang teguh para mahasiswa dalam menjalani kehidupan berpolitik bernegara bukan cara-cara kasar dan premanisme. Alat ukur pemerintahan saat imi sudah sangat jelas tolak ukur adalah pembangunan demi kesejahteraan rakyat.

Aksi terobos istana menggambarkan aksi frontal dan tidak sesuai dengan etika penyampaian pendapat atau demonstrasi. Hal tersebut jelas mengarah pada provokasi terkait dengan kontestasi politik saat ini.Arah ini sudah sangat jelas dan kotor,bahwa martir mahasiswa yang jadi tunggangan akan dijadikan isu korban yang membuat suasan negara tak menentu dan menghabiskan banyak energi hanya menyoalkan sesuatu yang seharusnya bisa didiskusikan bukan cara preman.

Mahasiswa kaum intelektual adalah ciri cendika bangsa dalam menyelesaikan persoalan, jangan sampai mahasiswa terbawa arus kasar para preman politik yang memanfaatkan kaum muda mahasiswa. Ciri demo preman yang seolah-olah murni ini patut dipertanyakan karena ada tanda “terobos Istana yang akan sangat jelas ini melanggar dan akan menjadi preseden buruk bagi mahasiswa calon pemimpin bangsa masa depan.

Sekali lagi janganlah terbawa arus politikus kotor yang berani mencuci tangan dan mengorbankan mahasiswa dengan cara-cara kotor dengan aksi demo yang tak mengarah ke pembangunan bangsa justru desdruktif membawa perpecahan bangsa.