Dalam Berpolitik Pancasila Harus Menjadi Landasan



1,492 Views

Etika berpolitik menjadi fenomena menarik yang harus disikapi dalam berdemokrasi. Ada dua arus besar yang saling bertolak belakang ketika etika disandingkan dengan politik.

Satu sisi, merasakan etika berpolitik sangat penting untuk memunculkan praktek berdemokrasi yang baik sekaligus menjadi pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat.

Namun, di sisi yang lain muncul ketidakcocokan nurani melihat implementasi etika berpolitik sekarang ini seperti fenomena mahar politik, money politic, seribu janji-janji muluk yang terkesan tidak bernalar, saling menjatuhkan, saling fitnah, saling melemparkan kabar-kabar hoax dan lain sebagainya.

Anggota MPR RI, Johny G Plate dalam diskusi 4 pilar RI menyebutkan bahwa dalam berpolitik harus beretika. Ia mengatkan etika dan politik harus seiring sejalan dan saling melengkapi.

“Secara normatif dalam perpolitikan kita, etika politik kita harus mengacu, berbasis dan berlandaskan kepada ideologi bangsa kita Pancasila dan tiga konsensus lainnya yakni Kebangsaan NKRI, Kemajemukan dan Konstitusi negara kita,” ujarnya.

Untuk menjaga etika politik di Tanah Air, lanjut Johny menuturkan bahwa masyarakat sangat diperlukan agar etika politik tersebut tetap dalam koridornya.

“Salah satu elemen bangsa tersebut adalah pers nasional yang merupakan pilar demokratis yang penting dalam menjaga kualitas demokrasi kita serta diharapkan mampu memastikan demokrasi kita atau politik kita berada di dalam aturan dan batasan-batasan etika,” katanya.

Sementara, anggota MPR RI Akhmad Muqowam mengungkapkan, dalam berdemokrasi etika politik terutama dalam konteks kontestasi pileg dan pilpres, semuanya yang terlibat dalam proses demokrasi baik parpolnya, calegnya, capresnya, pemilihnya dan seluruh masyarakat harus beretika dan menjalankan etika tersebut. Ia melanjutkan, jika semua beretika maka akan muncul kedamaian.

Namun, faktanya, kata dia baik dalam kontestasi pileg dan pilpres terjadi proses ‘dis’ yang sangat luar biasa.

“Tapi, saya tegaskan masih ada harapan. Artinya, bangsa ini memiliki agama, Pancasila, nilai dan budaya. Yang terpenting, yang harus sama-sama di pahami adalah etika ada dalam ruh dari ideologi yang kita sepakati bersama yakni Pancasila, saripati nilai-nilai dalam sila-sila Pancasila itu harus menjadi etika kita dalam berpolitik,” jelas dia.