Daerah 3T yang Sulit Terjangkau Aliran Listrik PLN Masih Menjadi Prioritas

Daerah 3T yang Sulit Terjangkau Aliran Listrik PLN Masih Menjadi Prioritas

480 Views

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan, pemerintah memprioritaskan Papua dan NTT untuk menerima Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTHSE).

Dikatakannya, kedua wilayah itu rasio elektrifikasinya masih rendah yaitu NTT sekitar 72 persen dan Papua 94 persen. Dengan tambahan pemasangan di 2019, maka total dari 2017-2019 akan terpasang 360.429 unit LTHSE diseluruh Indonesia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan hingga akhir 2019 akan terpasang 107.877 unit Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) baru di 22 provinsi di Indonesia.

Seperti diketahui, LTSHE sendiri merupakan program terobosan pemerintah dalam menerangi masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik khususnya pada desa-desa yang masih gelap gulita dan termasuk dalam daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal), yang jumlahnya mencapai sekitar dua ribu desa di seluruh Indonesia.

“Kita akan terus menerangi Indonesia dari pinggiran, dimana daerah 3T yang sulit dijangkau aliran listrik PLN masih menjadi prioritas, disamping memberikan bantuan pasang baru gratis dari KESDM Peduli bagi rumah tangga tidak mampu yang saat ini masih terus berjalan,” kata Agung seperti dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM, Minggu (6/10).

Kementerian ESDM mencatat, hingga Juli 2019, rasio elektrifikasi nasional sudah mencapai 98,81 persen yang terdiri dari listrik PLN 94,97 persen, non-PLN 3,47 persen dan sisanya dari Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) 0,37 persen.

Untuk tahun 2019, Kementerian ESDM mengalokasikan untuk program LTSHE ini sebesar Rp 328 miliar, yang meliputi pemasangan baru dan pengawasan program untuk pemasangan tahun-tahun sebelumnya. Anggaran untuk LTSHE tersebut mengambil porsi 6,4 persen dari seluruh anggaran Kementerian ESDM 2019 yang mencapai Rp 5,15 triliun. Dalam dua tahun terakhir, sekitar 50 persen porsi APBN Kementerian ESDM dialokasikan untuk belanja infrastruktur rakyat.

Adapun rincian masing-masing provinsi penerima LTSHE di tahun 2019 yakni Sumatera Utara (2.740 unit); Sumatera Barat (2.178); Jambi (4.606); Bengkulu (3.038); Lampung (4.272); Jawa Timur (1.367); Nusa Tenggara Barat (1.907); Nusa Tenggara Timur (20.934); Kalimantan Barat (4.492); Kalimantan Tengah (5.413).

Selain itu, Kalimantan Selatan (3.136); Kalimantan Timur (3.618); Kalimantan Utara (4.553); Sulawesi Tengah (4.278); Sulawesi Selatan (3.136); Sulawesi Tenggara (4.618); Sulawesi Barat (3.930); Gorontalo (1.533); Maluku (4.639); Maluku Utara (6.100); Papua (13.320); dan Papua Barat (3.842).