Cegah Radikalisme di CPNS Kemendikbud Gandeng 22 Perguruan Tinggi

Cegah Radikalisme di CPNS Kemendikbud Gandeng 22 Perguruan Tinggi

26 Views

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melibatkan 22 Perguruan Tinggi dalam penyusunan tes soal seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan, Kemendikbud akan segera mengundang beberapa perguruan tinggi untuk menyepakati rumpun keilmuan.

“Kami dari Kemendikbud akan segera mengundang beberapa perguruan tinggi untuk menyepakati rumpun keilmuan supaya membantu panitia, review, verifikator di kementerian masing-masing yang melaksanakan seleksi. Kita libatkan 22 perguruan tinggi, tentu dipertimbangkan juga kewilayahan,” kata Didik di kantor Ombudsman RI, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2019).

Didik menjelaskan, soal-soal itu akan dibagi menjadi tiga bagian, pertama soal tes wawasan kebangsaan, kedua soal tes karakteristik pribadi, dan ketiga soal tes intelejensi umum.

Nantinya, tambah Didik, setelah soal itu selesai, Kemendikbud akan menyerahkan kepada KemePAN-RB sebagai ketua pelaksana seleksi CPNS 2019.

“Berdasarkan itu soal yang sudah jadi kami serahkan ke KemenPAN. Jadi KemenPAN bersama BKN yang akan menyimpan kemudian menggunakan pada saat CPNS,” ujarnya.

Dalam pertemuannya dengan anggota Ombudsman RI Laode Ida, Didik juga menyampaikan hal lain yang dilakukan untuk dapat mencegah deradikalisme.

Didik menjelaskan, Kemendikbud sudah bekerjasama dengan Kodam untuk memerangi radikalisasi.

“Untuk memerangi radikalisasi dapat dilakukan melalui latihan dasar (latsar) setelah CPNS diterima,” ujarnya.

Didik menambahkan, Kodam akan melatih mereka yang sudah lolos tes CPNS sehingga nasionalisme mereka diperkuat dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk itu diharapkan, Kemendikbud, BKN, Menpan RB serta Perguruan Tinggi untuk bekerja sama mempersiapkan seleksi CPNS yang bisa melahirkan abdi negara bebas radikal dan setia kepada NKRI.