Cadangan Migas Bertambah 5,2 Miliar Barel, Sebagian Sudah Mulai Dikembangkan



296 Views

Bataraonline – Tim Komite Eksplorasi Nasional (KEN) suatu organisasi ad hoc dibawah kementerian ESDM menyampaikan bahwa mereka telah mengidentifikasi cadangan minyak dan gas bumi baru ekuivalen 5,2 miliar barel. Potensi cadangan minyak ini sudah dilakukan tes, pengeboran dan rencananya Plan of Development (POD) nya akan ditetapkan di tahun 2016.

Selain itu, KEN juga menemukan sumur minyak dengan potensi ekuivalen 16,6 miliar barrel, namun belum dilakukan tes dan pengeboran.

“Temuan ada 5,2 miliar ekuivalen cadangan minyak baru,” ucap Ketua KEN, Andang Bachtiar

Potensi ini diperoleh dari 108 struktur sumur-sumur penemuan migas yang sudah terbukti berisi migas setelah lewat serangkaian pengujian. “Beberapa di antaranya ada yang sekitar 40-50 juta barrel. Juga ada yang 100 juta barrel. Contoh, di sebelah timur Indonesia ada beberapa. Kemudian di Blok Kasuri saja ada 1-3 TCF,” kata Andang

Temuan-temuan itu, kata Andang, belum bisa dimasukkan dalam struktur cadangan migas nasional. Pasalnya, banyak kendala masih dihadapi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). “Kami masih mendata masalah-masalah yang menghambat realisasi menjadi cadangan nasional ini,” kata Andang.

Ketua KEN Andang Bachtiar mengatakan KEN dibentuk sejak 12 Juni 2015 dengan misi meningkatkan reserve replacement ratio (RRR) lebih besar dari 75 persen dalam 5 tahun. “Caranya, menemukan cadangan-cadangan migas baru, sekaligus mempercepat proses penemuan cadangan migas yang semula 6-10 tahun menjadi 3-5 tahun sejak block award sampai discovery,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Tempo, Selasa, 6 Oktober 2015.

Menurut Andang, untuk mencapai quick win 6 bulan, KEN sudah mengkaji masalah dan usul rekomendasi, baik dari sisi teknis maupun non-teknis. Hingga 6 Oktober 2015, KEN telah mengidentifikasi potensi penambahan cadangan migas nasional sebanyak 5,2 miliar barel minyak ekuivalen (2,7 miliar barel minyak dan 14 triliun kaki kubik gas) inplace dari 108 struktur (status 2015). Potensi itu berasal dari sumur-sumur penemuan migas yang sudah terbukti lewat pengujian, tapi belum ditingkatkan statusnya menjadi cadangan nasional.

KEN juga telah melakukan pertemuan dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang memiliki sumur-sumur penemuan migas tersebut untuk mendata masalah yang menghambat realisasi menjadi cadangan nasional.

Andang mengatakan target eksplorasi berupa prospek dari KKKS yang telah mengebor dan terindikasi migas tapi belum dites, yakni sebanyak 16,6 miliar barel minyak ekuivalen dari 120 struktur (status 2015). Hingga kini, struktur-struktur tersebut tidak diprioritaskan oleh KKKS untuk dieksplorasi lebih lanjut karena berbagai masalah.

Baru-baru ini Pemerintah telah menyetujui beberapa proposal pengembangan (Plan of Development/PoD) blok minyak dan gas bumi (migas). Dengan persetujuan itu maka blok tersebut beralih dari masa eksplorasi ke eksploitasi.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelakasana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) jumlah blok yang disetujui proposalnya ada lima. “Lima wilayah kerja itu berubah dari eksplorasi ke eksploitasi,” kata Wisnu.

Lima Blok itu yakni Batanghari di Jambi, Wain di Kalimantan Timur, Kasuri di Papua Barat, East Sepinggan di Kalimantan Timur, dan South West Bukit Barisan di Sumatera Barat. Dengan persetujuan PoD di lima blok itu, maka cadangan migas nasional bertambah menjadi 472,48 MMBOE.

Jika dirinci, untuk Blok Batanghari, Kementerian ESDM telah menyetujui PoD I Lapangan North West Kenanga. Potensi cadangan migas lapangan itu mencapai 7,77 MMBOE.

Di Blok Wain, pemerintah juga telah menyetujui PoD I Lapangan Karamba. Potensi cadangan lapangan itu mencapai 6,61 MMBOE. Blok South West Bukit Barisan terdapat lapangan Sinamar yang memiliki total cadangan 42,00 MMBOE.

Untuk Blok Kasuri, operator blok tersebut yakni Genting Oil telah memperoleh persetujuan PoD I untuk tiga lapangan di blok itu yakni Asap, Kido dan Merah. Kementerian ESDM telah memberikan persetujuan PoD Blok Kasuri, April tahun ini. SKK Migas mencatat temuan cadangan migas dari tiga lapangan di Blok Kasuri itu mencapai 270,74 MMBOE.

Adapun di Blok East Sepinggan, Kementerian ESDM telah menyetujui PoD Lapangan Merakes yang bisa menambah cadangan migas sebesar 145,36 MMBOE. Blok ini dioperatori oleh Eni. Lapangan Merakes ditargetkan bisa beroperasi pada 2019 mendatang.