Bukan Sekedar Klaim, Hasil Survei LSI Menunjukkan Publik Akui Keunggulan Pemerintahan Jokowi



Bataraonline – Kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo di sektor pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di akui masyarakat, hal itu berdasarkan survei yang di keluarkan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Indonesia Corruption Watch (ICW).

Kedua lembaga itu merilis hasil survei nasional, ditanyakan kepada 2000 responden mengenai kinerja pemerintah Presiden Joko Widodo dari segala sektor. Seperti pembangunan infrastuktur dan pelayanan publik.

publik menilai dalam setahun terakhir ini infrastruktur dan pelayanan masyarakat berjalan semakin baik.

Hal itu bisa di lihat dari pembangunan jalan tol dan jalan trans antar provinsi di luar Pulau Jawa, membuat sekolah atau perguruan tinggi terjangkau, menyediakan sarana transportasi umum, dan menanggapi keluhan mayarakat terkait layanan publik, yang dinilai lebih baik atau diapresiasi lebih dari 50% masyarakat.

Peneliti LSI Burhanuddin Muhtadi menuturkan, ada beberapa hal yang diapresiasi public, Pertama soal pembangunan infrastuktur yang menjadi prioritas pemerintahan saat ini.

“Bukan sekadar klaim, tapi diakui oleh publik 72 persen masyarakat menganggap pembangunan jalan umum semakin baik,” ujar Burhanuddin di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018).

Untuk pelayanan kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit banyak yang mengatakan lebih baik dengan presentase 66 persen. Sementara, mengenai pembangunan pembangkit listrik secara umum diapresiasi positif oleh responden, 59 persen.

“Jadi ada kurang lebih 8 item yang nilainya diatas 50 persen yang mengatakan lebih baik. Termasuk membangun jalan tol di luar pulau Jawa, membangun jalan trans antar provinsi di luar pulau Jawa,” kata Burhanuddin

“Membuat sekolah/perguruan tinggi terjangkau, menyediakan sarana transportasi umum, dan menanggapi keluhan mayarakat terkait layanan publik,” tambahnya. Namun, beberapa hal penting untuk menjadi catatan, dengan presentase di bawah 50 persen. Yakni penegakan hukum terhadap pelaku korupsi itu yang mengatakan semakin baik 44 persen, dan mencegah korupsi 42 persen.

“Meskipun, lagi-lagi secara fair kita bandingkan mereka yang mengatakan semakin baik dikurangi mereka yang mengatakan semakin buruk netnya masih positif,” ungkapnya.