Bukan Kampanye Terselubung, Pemeriksaan Luhut dan Sri Mulyani tak Dapat Ditindaklanjuti



Bataraonline – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akhirnya menyatakan bahwa Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak melakukan kampanye terselubung seperti yang dilaporkan oleh Advokat Nusantara saat acara pertemuan IMF-World Bank yang digelar di Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10/2018).

Bawaslu menilai, keduanya tidak memenuhi unsur pidana Pasal 547 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Pasal tersebut berkaitan dengan larangan pejabat negara melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye.

Ketua Bawaslu RI, Abhan, menyimpulkan bahwa Menko Kemaritiman dan Menteri Keuangan tidak melakukan unsur pidana pemilu dan pelanggaran pemilu.

Kesimpulan tersebut, kata Abhan, didapat setelah pihaknya melakukan pembahasan bersama dengan Bareskrim Mabes Polri dan Kejaksaan Republik Indonesia.

“Dalam pembahasan kedua forum Gakkumdu pada tanggal 5 November 2018 didapatkan kesimpulan peristiwa yang dilaporkan tidak memenuhi unsur ketentuan pidana pemilu dan bukan merupakan pelanggaran pemilu,” jelas Abhan, Selasa (6/11/2018).

Dengan begitu, pemeriksaan dugaan kampanye terselubung Luhut dan Sri Mulyani tak dapat ditindaklanjuti.

Bawaslu sebelumnya telah memeriksa Luhut dan Sri Mulyani pada Jumat (2/11/2018).

Diberitakan sebelumnya, Luhut Panjaitan dan Sri Mulyani dilaporkan ke Bawaslu karena diduga menunjukkan keberpihakan kepada calon presiden nomor urut 01 lantaran menunjukkan satu jari dalam penutupan pertemuan tahuan IMF-Bank Dunia, 14 Oktober 2018 di Bali.

Keduanya dilaporkan ke Bawaslu oleh Advokat Nusantara. Mereka menduga, tindakan keduanya mengacungkan satu jari adalah bentuk kampanye terselubung.

Pelapor menilai, tindakan Sri Mulyani dan Luhut melanggar Pasal 282 dan 283 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Dalam aturan itu disebutkan, pejabat negara dilarang melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu.

Seperti diketahui, gestur satu jari Luhut dan Sri Mulyani beredar melalui video yang viral di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat Luhut dan Sri Mulyani melakukan gestur satu jari di acara pertemuan IMF-World Bank yang digelar di Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10/2018).

Awalnya, Luhut dan Sri Mulyani menunjukkan 10 jari, tetapi Managing Director IMF Christine Lagarde mengacungkan kedua jarinya. Kemudian Luhut dan Sri Mulyani mengoreksi, dan mengajak Christine Lagarde mengacungkan satu jari.