Brand Indonesia Menguat 3 Peringkat, Peluang Untuk Peningkatan Investasi



97 Views

BataraOnline – Indonesia kembali mendapat penghargaan dalam skala internasional dalam hal Nation Brands (Merek Negara). Penghargaan ini dilihat dari meningkatnya peringkat Indonesia dari peringkat 19 tahun 2016 menjadi peringkat ke 16 Tahun 2017 ini.

Hal ini terungkap dalam Lembaga konsultan merek internasional Brand Finance dalam laporan terbarunya Brand Nations 2017 yang dirilis bulan Oktober 2017.

Menurut CEO Brand Finance, Nation Brands ini dalam pasar global adalah salah satu aset penting suatu negara dalam mendorong investasi ke dalam negeri, menambah nilai ekspor, menarik wisatawan dan menjadi faktor daya tarik tenaga kerja migran terampil.

Pertumbuhan Indonesia pada nilai metrik merek meroket 25% dibanding tahun lalu yang hanya senilai US$630 Triliun menjadi US$ 845 Triliun.

Indonesia menempati peringkat ke 16 pada tahun 2017 naik tiga peringkat dibanding tahun 2016 dalam Laporan Nilai Brand Nations

Metodologi pengukuran Brand Nations ini dilakukan pada 100 negara terkemuka didunia dengan memantau kinerja puluhan titik data yang mengerucut pada jenis barang dan jasa, investasi dan kemasyarakatan. Dari titik data tersebut kemudian dibagi lagi pada sub kategori pariwisata, pasar, pemerintahan dan SDM.

Setiap metrik ditampilkan dalam skala 100 dan bersama-sama menjadi hasil yang dinamakan Brand Strength Index (BSI). Berdasarkan nilai, masing-masing Nation Brand tersebut akan diberikan dari AAA+ hingga peringkat D.

Negara nomor satu yang masuk dalam daftar Nation Brands ini tetap dipegang oleh Amerika Serikat, namun dengan faktor perlambatan ekonomi dan fenomena presiden Donald Trump mempertaruhkan posisi Amerika terhadap pesaing baru yaitu negara Cina. Merek Cina sendiri tumbuh sebesar 45%, dan diperkirakan beberapa tahun lagi akan mengambil alih posisi AS sebagai merek nasional terkuat di dunia.

Pertumbuhan negara Asia juga menjadi fokus dalam laporan Brand Finance ini yang membandingkan dengan merek negara-negara Eropa dan trans atlantik yang stagnan, dengan kebangkitan cina yang dengan kecepatan tinggi mempersempit kesenjangan nilai mereknya terhadap AS.

Seperti diketahui merek adalah salah satu perwujudan nilai tambah dari sebuah produk, antara lain negara. Dengan citra merek positif, sebuah produk dapat menerapkan harga konsumen yang lebih tinggi dan volume penjualan yang lebih besar. Di sisi konsumen, keberadaan mereka menjadi salah satu jaminan bahwa produk yang mereka konsumsi mampu memenuhi harapan yang ada dalam benak.