BPN 02 Berbeda Fakta dan Ucapan Kerusuhan 22 Mei



1,060 Views

Jakarta – Fakta dan realita berbeda dari Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon yang membantah bahwa para pendemo yang menjadi korban adalah pendukungnya. Menurutnya, pihak yang merusuh pada demo itu adalah masyarakat umum namun tetap memiliki hak demokrasi, dan yang jelas bukan massa pendukung capres tertentu. Tak ada mobilisasi terhadap massa aksi, para pendemo datang dengan biaya sendiri.

Faktanya pada saat kejadian Fadli Zon dan juga Neno Warisma yang justru mendatangi para pendemo pada pukul 18:00 (22/3) yang seharusnya menjadi batas ijin diselenggarakannya aksi dan agar membubarkan diri, namun dirinya justru datang mengobarkan semangat para pendemo, ini bisa dikatakan kalau keduanya tokoh intelektual pematik kerusuhan.

Realita kubu paslon 02 yang tak konsisten pernyataannya. Di satu sisi tak mengakui bahwa pendemo adalah pendukungnya, namun sejurus kemudian Prabowo bersama Dahnil mengunjungi para pendemo yang menjadi korban dan disebut sebagai bagian dari pendukungnya. Prabowo dan Dahnil gagal memperlihatkan bahwa mereka berjuang mengikuti konstitusi. Seharusnya pihak BPN mencegah massa berdatangan ke Jakarta tapi jelas itu bertentangan dengan disain busuk mereka.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menjenguk pendukungnya yang menjadi terluka imbas kericuhan unjuk rasa penolakan hasil Pilpres 2019 di crisis center Rumah Aspirasi Prabowo-Sandiaga, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Suasana di depan Rumah Aspirasi dipadati oleh para pendukung yang tampak kelelahan. Beberapa ambulans tampak masuk ke dalam area Rumah Aspirasi. Sementara, awak media yang meliput dilarang masuk ke dalam Rumah Aspirasi untuk memantau situasi.

Sekitar pukul 23.11 WIB, sejumlah petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN) keluar dari dalam Crisis Center, yakni Titiek Soeharto, Dahnil Anzar Simanjuntak, Ferry Juliantono dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono. “Pak Prabowo di dalam jenguk korban. Ada banyak (korban) sampai ada yang tidak kebagian tempat,” ujar Sugiono saat berbincang dengan Kompas.com. Namun ia tidak menjelaskan berapa jumlah korban yang ada di dalam crisis center.

Tak lama kemudian giliran Prabowo keluar dari rumah Aspirasi dengan menumpangi Toyota Alphard berwarna putih. Para pendukungnya bersorak sambil mengacungkan dua jari dan menyebutnya sebagai presiden. Terlihat mobilnya melaju ke arah kawasan Sudirman.