Bohong Besar Prabowo Sebut Deindustrialisasi



790 Views

Tak terhitung berapa kali sudah Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan yang tidak sesuai fakta dan data. Terbaru adalah tudingannya bahwa Indonesia mengalami deindustrialisasi. Fakta dan data yang dilansir pemerintah, termasuk Badan Pusat Statistik, ternyata berbeda. Sampai-sampai, seorang Jusuf Kalla yang mengklarifikasi pernyataan Prabowo tersebut.

Wakil Presiden Jusuf Kalla justru mengatakan bahwa Indonesia tidak mengalami proses deindustrialisasi. Menurutnya industri masih kuat menggenjot perekonomian negara.

“Beberapa hari ini dikatakan di Indonesia deindustrialisasi, padahal berdasarkan data tidak benar,” tegas pria yang akrab disapa JK ini, pada saat memberikan sambutan pada acara Indonesia Industrial Summit 2019, di ICE BSD, Senin (15/4/2019).
JK menilai bahwa industri menjadi sektor tertinggi pendapatan nasional. Dalam data yang ia sebutkan, industri bertumbuh sebesar 21,3 persen sejak 2014. Industri tetap jadi sektor yang tertinggi dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Pada 2014-2019, pertumbuhan 21,3 persen.

“Artinya industri tetap jadi sektor tertinggi dalam pendapatan nasional,” kata JK.
Wapres menegaskan bahwa berdasarkan data tersebut, deindustrialisasi tidak terjadi. Dia menilai industri justru terus berkembang.

Sebelumnya, dalam debat pamungkas Pilpres 2019, capres Prabowo Subianto mengatakan Indonesia mengalami deindsutrialisasi. “Indonesia mengalami deindustrialisasi. Indonesia tidak bisa produksi apa-apa hanya meniru dan tidak punya strategi pembangunan,” ujar Prabowo.

Deindustrialisasi merupakan proses penurunan kontribusi sektor manufaktur atau produksi pengolahan nonmigas terhadap produk domestik bruto.

Namun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017, pertumbuhan industri pengolahan 4,27 persen, jauh di bawah kinerja ekonomi Indonesia 5,07 persen. Industri ini menyumbang 20,16 persen (Rp 2.739,4 triliun) dari total PDB Indonesia Rp 13.588,8 triliun. Sedangkan hingga kuartal III 2018, berdasarkan data BPS, pertumbuhan industri sebesar 4,24 persen, di bawah pertumbuhan ekonomi 5,17 persen.

Kuartal III 2018 mencatat porsi industri manufaktur sebesar 19,66 persen terhadap PDB. Secara keseluruhan, pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang pada 2018 naik sebesar 4,07 persen terhadap 2017.