BNPT-Polri Fasilitasi Program Deradikalisasi kepada 32 Terduga Teroris Kalteng

Karopenmas Mabes Polri Brigen Dedi Prasetyo menyebutkan BNPT-Polri Fasilitasi Program Deradikalisasi kepada 32 Terduga Teroris Kalteng

40 Views

Upaya Pemerintah mengembalikan masyarakatnya yang terpapar radikalisme patut diapresiasi. Pasalnya melalui program deradikalisasi
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) para terduga teroris yang sudah terlanjur terpapar paham radikal harus mendapat
tuntunan untuk kembali ke jalan yang benar sesuai dengan ajaran agama dan Pancasila.

Upaya ini pun terus berlanjut BNPT bersama Polri terus bersinergi dalam melakukan deradikalisasi.

Dan seperti kita ketahui sebanyak 32 terduga teroris dari Kalimantan Tengah mengikuti program deradikalisasi yang difasilitasi
oleh Polri dan BNPT. Sebanyak 32 orang tersebut terdiri atas dua keluarga.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa mereka diboyong ke Jakarta karena
di Kalteng tidak tersedia fasilitas yang memadai untuk melaksanakan program deradikalisasi secara efektif. Mereka dibawa ke
Jakarta untuk melakukan program deradikalisasi dengan BNPT agar tidak terlampau jauh terpapar radikalisme.

“Di Kalteng kesulitannya tidak ada program yang cukup untuk melakukan program deradikalisasi khusus. Orang-orang ini sudah tercuci
otaknya, penangannya harus penanganan khusus,” jelasnya di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Dedi menyebutkan, 32 terduga teroris itu sebagian besar anak-anak dan dua orang dewasa yang dinyatakan sebagai saksi.

Polri menyatakan telah mengamankan dua tersangka dari para terduga teroris yang terlibat langsung dalam Jamaah Ansharut Daulah
yang berafiliasi dengan ISIS berdasarkan bukti dari alat komunikasi dan transaksi perbankan.

Dedi menjelaskan, selain mengembangkan ajaran radikal ISIS, keduanya juga akan memobilisasi masa setelah dia mendapatkan pengikut
melakukan tindakan-tindakan amaliyah yang ada di Jawa, khususnya di Jakarta.

Sebelumnya, 34 terduga teroris, di antaranya termasuk laki-laki dewasa, perempuan dewasa dan sisanya anak-anak ditangkap Densus 88
Antiteror di Kalimantan Tengah (Kalteng). Mereka dibawa ke Jakarta menggunakan kapal laut melewati rute Pangkalan Bun, Pontianak,
Semarang, dan tiba di Jakarta untuk mengikuti program deradikalisasi.