Belum Berani Pulang Ternyata Kasus Rizieq Shihab Masih Disidik Polisi



1,153 Views

Selama ini kita masih bertanya-tanya kenapa habib Rizieq Shihab betah amat di Arab Saudi. Pertanyaan itu secara perlahan mulai terjawab. Pertama Rizieq masih terkendala oleh denda oeverstay. Kedua kasus yang membelit dirinya masih disidik oleh pihak kepolisian.

Polisi menjelaskan bahwa tidak semua kasus pentolan FPI di SP3. Masih ada banyak beberapa yang menggantung di kepolisian.

Kasus yang masih menggantung itu membuat Rizieq tak ingin kembali ke Tanah Air sehingga ia malah menuduh pemerintah telah mencekal ia pulang.

Dari beberapoa kasus Rizieq yang menggantung yakni HRS menyebut adanya kutil babi dalam pemerintah.
Kmeudian ia mengatakan Pancasila ada di anggota tubuh yang menjadi tempat mengeluarkan feses. Padahal Pancasila adalah sebuah karya emas anak bangsa yang dijadikan dasar negara Indonesia, tetapi disebut HRS berada di tempat mengeluarkan kotoran dari tubuh manusia.

Selain itu HRS pernah pelesetkan kearifan lokal Sampurasun milik urang Sunda menjadi kata yang tidak jelas. Padahal sebagai WNI meskipun HRS bukan keturunan asli Indonesia, ia harus menghormati tradisi yang ada.

Parahnya lagi HRS sempat mengejek Tuhan Yesus. Padalah sebagai orang yang mengaku tokoh agama sebarusnya ia mengajarkan toleransi, bukan justru menghina dan melecehkansaja apa yang percaya agama lain.

Tak berbenti disitu HRS juga menyebut ada logo palu arit simbol PKI di uang kertas Indonesia. Ia mencurigai dan memberitakan hal tersebut dengan memframing merusak dan meresahkan bangsa Indonesia.

Ia juga disangkakan menguasai tanah ilegal di daerah Bogor.

Dari sekian banyak kasus yang menyerang suku, agama, pemerintah, Pancasila, hingga membuat hoaks logo palu arit, HRS sepertinya sengaja ingin membuat Indonesia bergejolak.

Tindakannya sungguh kurang ajar dan tidak pantas dicontoh. Pantas saja jika HRS tetap tidak berani pulang karena masih ada utang kasus di dalam negeri dan terkena denda overstay. Kemungkinan dia bakal jadi lumut di Arab Saudi karena takut pulang.