Bela Rakyat Kecil, Pemerintahan Jokowi-JK Boikot Produk Eropa



567 Views

Pemerintah Jokowi-JK mengancam akan melakukan pemboikotan produk Eropa yang beredar di Indonesia. Ketegasan ini terkait kebijakan diskriminasi Uni Eropa terhadap minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan akan melawan kebijakan penolakan kelapa sawit di Uni Eropa. Dia mengatakan akan memerangi kebijakan tersebut dengan segala cara.

Luhut mengatakan, sawit dan produk turunannya merupakan komoditi andalan nasional, selain menghasilkan devisa juga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah penghasil. Oleh karena itu itu, rancangan kebijakan diskriminatif terhadap produk turunannya industrial sawit akan berdampak pada rakyat secil.

“Ini berdampak ke petani kecil yang jadi konsen Presiden. Kalau kami tidak membela rakyat kecil kami bela siapa?. Ini menurunkan kemiskinan,” kata Luhut di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (20/3).

Meskipun belum memastikan pemboikotan perdagangan, namun Luhut menyatakan bahwa Indonesia akan berdiri dan melawan kebijakan diskriminatif Uni Eropa. Luhut menegaskan, Indonesia adalah negara besar yang perekonomiannya sedang baik, pemerintah, lanjut Luhut tidak mau didikte untuk mengikuti kebijakan Uni Eropa terhadap minyak sawit.

“Kami tidak mau didikte! Kami harus tegas,” tegas Luhut.

Seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi, kelas menengah Indonesia bisa saja akan meningkat pesat, hingga saat ini sendiri ada 55 juta orang. Luhut mengatakan, Eropa bisa kehilangan pasar cukup besar apabila sampai Indonesia memboikot perdagangan dengan Eropa.

Setidaknya Luhut menyebutkan sektor penerbangan di Indonesia akan meningkat tiga kali lipat pada 2034 dengan mencapai 270 juta penumpang per tahun. Atas hal tersebut, bisa saja Indonesia membutuhkan sekitar ribuan pesawat pabrikan Eropa.

“Banyak sekali produk-produk Uni Eropa yang kami butuhkan. Dengan kelas menengah 55 juta orang sekarang dan jumlah penduduk 269 juta orang, pasarnya sangat besar,” jelas Luhut.