Bekasi Nunggak Tagihan Jamkesda Selama Dua Tahun



17 Views

bataraonline.com Pemerintah Kabupaten Bekasi menunggak tagihan pasien Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) selama dua tahun hingga mencapai Rp 20,6 miliar. Tunggakan tagihan Jamkesda yang dimiliki oleh pemerintah daerah pada tahun 2015 itu mencapai Rp 8,5 miliar.

”Pada tahun 2016 mencapai Rp 12,1 miliar,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Uju Jumat (26/8/2016). Walau ada pembengkakan tagihan, namun Uju enggan merinci jumlah rumah sakit swasta dan daerah yang memiliki piutang pada tahun 2015.

Tahun ini utang layanan Jamkesda sebesar Rp 12,1 miliar terbagi untuk rumah sakit swasta dan daerah. Dia merincitunggakan tagihan sebesar Rp 10,1 miliar ke rumah sakit swasta, sedangkan sisanya Rp 2 miliar utang ke RSUD Kabupaten Bekasi.

Meski begitu, pihaknya telah mengalokasikan anggaran di Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2016 untuk membayar utang dan menutupi pembiayaan Jamkesda. Dengan begitu, utang tahun 2015 dan 2016 akan segera terbayar.

“Untuk utang itu semua akan dibayarkan lewat ABT 2016, sehingga layanan kesehatan di rumah sakit yang memiliki piutang bisa beroperasional dengan baik,” kata Uju.

Berdasarkan data Pemkab Bekasi, jumlah penerima Jamkesda pada tahun ini mencapai sekitar 468.000 jiwa. Diprediksi, jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dampak dari perekonomian saat ini.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno menilai keberadaan utang itu karena adanya kesalahan komunikasi antara Dinas Kesehatan dengan legislatif. Dia menyebut, selama ini dinas terkait tak pernah melaporkan masalah tunggakantagihan tersebut ke legislatif.

Meski begitu, persoalan tersebut kini terselesaikan karena pemda mengucurkan dana dalam ABT 2016 untuk membayartunggakan tagihan Jamkesda. “Tahun ini akan dibayar utang semuanya ke rumah sakit swasta ataupun daerah,” kata Nyumarno. (KP)