Bandara Ahmad Yani Selesai 2018 Pertama Dengan Konsep Mengapung Di Air



BataraOnline – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang struktur perekonomiannya ditopang oleh industri, khususnya industri pengolahan.

Industri pengolahan sendiri menyumbang pendapatan daerah 34,8 persen yang diikuti sektor pertanian sebesar 15 persen. Dengan pertimbangan kedua sektor unggulan tersebut dan dalam rangka meningkatkan sektor pariwisata yang masih potensial untuk dikembangkan, Presiden Jokowi meminta percepatan pembangunan infrastruktur terutama bandara Ahmad Yani.

Presiden Jokowi bahkan yakin pengerjaan pembangunan proyek pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang yang saat ini masih berjalan dapat selesai pada akhir 2018.

“Ya kita terus ingin mempercepat itu dan kita harapkan nanti akhir 2018 selesai. Ini kan runway ada, ada tambahan taxi way dan apron depan. Tapi yang penting terminalnya sudah besar. Tahun 2018 nanti kita lihat,” ujar Presiden Jokowi di sela kunjungan kerja di Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10).

Bandara Ahmad Yani ini termasuk salah satu proyek penyediaan infrastruktur prioritas. Menurut rencana bandara akan dibuat lebih luas dengan fasilitas lebih modern. Bandara juga dirancang dengan Eco Airport dengan konsep Go Green. Salah satunya misal lampu jalanan dengan tenaga listrik solar cell, pengolahan air menggunakan metode Reverse Osmosis (RO) dimana air sekitar tambak dapat direcycle untuk operasional.

Pengembangan lainnya adalah penambahan kapasitas apron sebanyak 13 parking dibanding kondisi saat ini yang hanya enam parking. Menurut manager proyek Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang, Tony Alam, Kapasitas apron itu lebih luas dan mampu menampung tambahan penerbangan dari rata-rata jenis pesawat yang selama ini beroperasi dari Bandara Ahmad Yani Semarang, jenis aero bodi selevel level boing 737, 767, 900 el. Luasnya apron itu tak menutup kemungkingan dipersiapkan untuk pesawat berbadan besar.

Fasilitas lebih modern berupa konsep two level menampilkan sejumlah ruang tunggu di atas, kedatangan dan keberangkatan di bawah, juga dilengkapi garbarata serta fasilitas lain seperti lift, eskalator dan elevator.

Bandara baru Ahmad Yani Semarang dibangun lebih kurang 58 ribu meter persegi dan bisa menampung 6 hingga 7 juta penumpang. Bangunan itu jauh lebih luas dari kapasitas sekarang hanya menampung 800 ribu penumpang dengan luasan hanya 6 ribu meter persegi. “Jadi 10 kali lipat lebih luas nanti,” kata Tony.

Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyatakan pengembangan bandara baru itu sengaja didesain seolah mengambang di atas air. Usai melihat maket pembangunan, Ganjar menyebutkan pembangunan disesuaikan dengan kondisi alam di sekitar Bandara berupa rawa dan pantai.

“Bisa menjadi tempat wisata,” Ganjar Pranowo.

Ganjar menilai desain yang ditampilkan itu sangat artistik karena mengambang di pesisir pantai dengan panorama dari atas yang menakjubkan. “Bangunan Bandara seakan dibiarkan mengambang,” ujar Ganjar menambahkan.

Ganjar mengakui konsep desain Bandara Ahmad Yani yang artistik itu membuat anggaran membengkak dari yang ditetapkan sebelumnya senilai Rp 1,56 triliun. Bahkan, kata dia, saat ini dana untuk pembangunan sudah mendekati Rp 2 triliun.