Amien Rais Sebaiknya Tutup Mulut Kalau Tak Paham Soal Pemindahan Ibu Kota Negara

Amien Rais Sebaiknya Tutup Mulut Kalau Tak Paham Soal Pemindahan Ibu Kota Negara

43 Views

Rencana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur memunculkan argumen positif hingga negatif. Tak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa rencana pemindahan yang telah diumumkan Presiden Joko Widodo itu adalah keputusan yang tepat.

Namun, pandangan miring yang tak berbasis pada kebenaran juga ikut meramaikan seperti yang dituduhkan Amien Rais.

Mantan Ketua MPR RI ini menuding pemerintahan Presiden Jokowi sedang menunggu kajian pemerintah China terkait pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Amien menyebut China ikut berperan dalam program pemindahan ibu kota negara Indonesia sebagai upaya mendominasi dunia.

“Sesungguhnya memindah Jakarta bukan karena menunggu studi Bappenas, tapi studi Beijing. Itu jelas sekali,” kata Amien dalam diskusi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/9).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegaskan pembangunan ibu kota baru tidak melibatkan pembiayaan dari China.  Hal itu merespon pernyataan Amien Rais yang asal menuduh pemerintah terkait pemindahan Ibu Kota Negara.

Menurutnya, sumber dana domestik masih memadai untuk membiayai pembangunan ibu kota baru.

“Tidak ada (China) sama sekali,” ujar Luhut di kantornya, Selasa (3/9).

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), sumber daya pembiayaan nasional masih mencukupi untuk membangun pusat pemerintahan baru itu.

Adapun, pembangunan ibu kota baru diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp466 miliar.

Rencananya, kebutuhan tersebut 19,2 persen di antaranya akan disokong dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sedangkan kebutuhan anggaran lain rencananya akan dipenuhi dari swasta dan dengan kerja sama pemerintah dengan swasta.

Dengan skema yang telah direncanakan pemerintah tersebut, ia membantah tudingan terdapat campur tangan China di dalam perencanaan ibu kota baru.

“Jadi, tidak butuh sama sekali (pembiayaan dari China),” tegasnya.

Pendanaan pemindahan ibu kota sudah sangat jelas asal usulnya dan kajiannya pun berasal dari Bappenas, bukan dari Cina seperti tuduhan Amien Rais.

Amien Rais sebaiknya tutup mulut dan tidak perlu berkoar-koar tanpa dasar informasi yang jelas terkait pemindahan ibu kota. Sikap Amien Rais memperlihatkan dirinya memang berniat jahat terhadap pemerintahan Presiden Jokowi dengan kembali mengaitkan Cina dan program pemindahan ibu kota.

Cukup jelas bahwa Amien Rais ingin memprovokasi masyarakat dan menggagalkan program pemindahan ibu kota baru.

Karena itu aparat penegak hukum segera menangkap Amien Rais sebagai penyebar hoaks dan menindak sesuai aturan hukum agar tidak lagi berucap sembarangan terkait kinerja dan program Pemerintah.

Sekadar informasi, ibu kota baru akan dipindahkan ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur.

Desain tata ruang dan payung hukum terkait ibu kota baru ditargetkan rampung pada 2020.

Setelah proses tersebut, rencana pemindahan ibu kota akan dilanjutkan dengan proses konstruksi yang dilakukan secara bertahap hingga 2024.