Amien Rais Belum Ikhlas dan Muntahkan Cebong Bersayap



1,184 Views

Rekonsiliasi yang terjalin antara Jokowi dan Prabowo melalui pertemuan di Stasiun MRT Lebak Bulus pekan lalu masih menyimpan kegundahan di hati Amien Rais.

Amien pun mengaku tak mengetahui pertemuan kedua tokoh bangsa pada Sabtu 13 Juli 2019.

Awalnya dia merasa kecolongan dengan momen tersebut sehingga mengatakan kenapa tiba-tiba nyelonong. Maksudnya mungkin adalah kenapa dia tidak dikabari perihal pertemuan tersebut padahal dia ini kan bukan siapa-siapa. Cuma orang biasa yang kebetulan suaranya memekakkan telinga dan bikin orang bosan.

Kini ocehannya itu berbuah kenyataan. Amien Rais pun akhirnya bertemu dengan Prabowo. Amien Rais menjelaskan isi pertemuannya dengan eks capres di Pilpres 2019 itu.

“Saya tadi ada pertemuan dengan Pak Prabowo, bukan di 04 atau 06, bukan di sini, tadi di tempat lain. Berlangsung sekitar 25 menit,” kata Amien Rais di kediamannya.

Dalam pertemuan itu, Amien menyatakan Prabowo menjelaskan tentang tujuannya bertemu dengan Jokowi pada Sabtu lalu. “Isinya adalah, pertama, bahwa pertemuan dengan Pak Jokowi 13 Juli kemarin itu sama sekali tidak berdiskusi, bermusyawarah, tukar pikiran, mengenai power sharing, mengenai pembagian kursi, mengenai hal-hal yang mungkin kita sangka telah terjadi,” kata Amien.

Amien Rais juga menyebut pertemuan Prabowo dengan Jokowi dalam rangka mempersatukan bangsa ini kembali. Dia mengatakan tak ada lagi cebong atau kampret, yang ada hanyalah cebong bersayap.

“Jadi ini firmed tidak membicarakan mengenai siapa, mendapat apa, kapan, dan sebagainya. Jadi hanya betul-betul pertemuan dua tokoh yang intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur,” kata dia.

Entah apa maksudnya Amien menyebut itu. Mengenai cebong bersayap, mungkin maksudnya adalah kombinasi dua makhluk ini yang bersatu. Kampret punya sayap. Jadinya bersatu jadi cebong bersayap. Hanya Amien sendiri yang tahu arti dari ini semua.

Namun yang jelas istilah cebong dan kampret sebagai labeling antar kubu telah sepakat dilupakan oleh Jokowi dan Prabowo untu kemudian bersatu menjadi Garuda Pancasila dan Merah putih.

Menurut Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding menjelaskan bahwa sebutan cebong bersayap menunjukkan bahwa Amien Rais tidak ikhlas mendukung keinginan Jokowi dan Prabowo untuk menwujudkan persatuan Indonesia.

Sikap dirinya yang memunculkan diksi atau hal yang dianggap atau dipersepsikan masih ada polarisasi antar kubu dikhawatirkan akan menumbuhkan perpecahan di tingkat akar rumput.

Sekalilagi ini menjelaskan kadar otak Amien Rais yang tidak total mendukung pertemuan Jokowi-Prabowo sebagai indikasi atas berbagai maksud tertentu.

Pertama terkait pembagian kekuasaan, dan kedua terkait dukungannya terhadap pihak-pihak yang tak setuju Jokowi menjadi presiden untuk kedua kalinya dan bertemu dengan Prabowo, yaitu PA 212 (termasuk FPI) dan HTI.