Alissa Wahid Sebut Fadli Zon Keterlaluan Menyindir Mbah Moen Membegal Doa



43 Views

Putri Gus Dur, Alissa Wahid meluapkan kemarahannya atas sikap Waketum Fadli Zon yang dinilainya sudah keterlaluan karena menyindir Ulama Besar KH. Maimoen Zubair sebagai pembegal doa lewat puisi Fadli Zon yang berjudul Doa yang Ditukar.

Selama ini, Alissa mengaku bahwa dirinya tidak pernah mengomentari Fadli Zon sebelum puisi tersebut. Melalui akun media sosial Twitter miliknya @AlissaWahid, Alissa menuliskan:

“Pak, yang anda “kau-kau”-kan di sini siapa? Kyai Maimoen Zubair?

Anda kan juga pernah salah & anda minta maaf.

Kepleset lidah Mbah Moen kesalahan manusiawi. Beliau ralat seperti anda ralat hoax anda. Mengapa Anda menuduh Mbah Moen membegal doa?,” tulisnya.

Alissa menambahkan bahwa selama ini, ketika Prabowo datang ke Mbah Moen diterima secara baik-baik.

“Saya tidak pernah mengomentari pak @fadlizon sebelum ini. Namun kali ini kalau “kau” dalam puisinya adalah Mbah Moen, sudah keterlaluan menyindir Mbah Moen sebagai membegal doa.

Berikut Puisi DOA YANG DITUKAR yang dituliskan Fadsli Zon dalam akun twiternya @fadlizon:

doa sakral

seenaknya kau begal

disulam tambal

tak punya moral

kenapa kau tukar

direvisi sang bandar

dibisiki kacung makelar

skenario berantakan bubar

pertunjukan dagelan vulgar

doa yang ditukar

bukan doa otentik

produk rezim intrik

penuh cara-cara licik

kau penguasa tengik

Ya Allah

dengarlah doa-doa kami

dari hati pasrah berserah

memohon pertolonganMu

kuatkanlah para pejuang istiqomah

di jalan amanah

Fadli Zon Zon, Bogor, 3 Feb 2019

Bahkan Alissa juga menyebut bahwa “Pak @prabowo sebelum ini datang juga diterima Mbah Maimoen baik2 kok.”

Pusisi Fadli Zon yang sangat kontekstual ini merupakan kritikan salah sambung dan justru menghina Kyai besar Maimoen Zubair. Fadli Zon juga telah mereduksi karya estetis seni puisi untuk menghina dan mengejek kyai sepuh demi syahwat politiknya.

Untuk itu Fadli Zon harus segera meminta maaf kepada Mbah Moen dan tidak lagi memberikan penjelasan yang mengada-ada dengan memutar balikkan fakta terkait konteks puisi tersebut.