Aktor Penting Penghubung ISIS Diringkus Polisi

Aktor Penting Penghubung ISIS Diringkus Polisi

82 Views

Kepolisian berhasil meringkus mantan narapidana kasus terorisme Harry Kuncoro saat hendak terbang ke Suriah melalui Iran. Harry disebut-sebut sebagai aktor penting karena memiliki hubungan langsung dengan luar negeri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa Harry ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta sebulan lalu pada 3 Januari 2019.

Namun pengungkapan ini baru dilakukan karena polisi masih melakukan investigasi dan penguatan sejumlah alat bukti untuk menetapkan sebagai tersangka.

“Hari ini, kita rilis satu tersangka teroris atas nama HK alias Wahyu Nugroho alias Uceng. Tersangka ini miliki nama lebih dari satu dalam rangka untuk membuat identitas paspor palsu tujuannya akan terbang ke Suriah melalui Iran,” kata Dedi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Dedi mengatakan keterlibatan HK dalam kasus teror di Indonesia cukup panjang, dari mulai giat kelompok zamannya Noordin M Top sangat eksis, tersangka juga sudah keluar masuk dua kali terkait terlibat di kelompok Noordin M Top dan dokter Azhari.

Lebih lanjut kata dia, di luar negeri, Harry memiliki hubungan langsung dengan Abu Wahid di Suriah. Abu Wahid adalah salah satu algojo ISIS di Suriah. Namun, Abu Wahid sudah meninggal pada 29 Januari 2019.

“Dari hasil komunikasi intens antara Abdul Wahid dengan HK yang bersangkutan memberikan saran kepada tersangka HK untuk segera bergabung ke Suriah dengan duit (Rp) 30 juta untuk kepengurusan dokumen keberangkatan termasuk tiket,” ujarnya.

Selain memiliki hubungan langsung dengan Abu Wahid kata Dedi, Harry juga memiliki komunikasi yang baik dengan kelompok di Suriah. Harry sendiri saat ini sudah ditahan Densus 88 untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, terpidana kasus terorisme Harry Kuncoro telah dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah setelah mendapat pembebasan murni atas pidana penjara selama enam tahun.

Harry divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 15 Maret 2012 dengan pidana penjara selama enam tahun dalam perkara Pasal 15 juncto Pasal 9 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 juncto Peraturan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Terorisme karena telah menyembunyikan terpidana kasus terorisme Dulmatin serta terlibat dalam distribusi senjata dan amunisi untuk kelompok Dulmatin di wilayah Jawa Tengah.

Pembebasan murni Harry Kuncoro berdasarkan Surat Kalapas Pasir Putih Nomor W 13.PAS.24 PK.01.01.02-097 tanggal 20 Maret 2016.