Akibat Kerusuhan Aksi 22 Mei Jakarta Kehilangan Transaksi Perdagangan Rp 1,5 Triliun



33 Views

Aksi kerusuhan selalu saja meninggalkan cerita yang menyedihkan. Banyak kerugian yang dialami dari persitiwa kericuhan massa 22 Mei.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta memperkirakan kerugian transaksi perdagangan di ibu kota mencapai sekitar Rp100 miliar hingga Rp1,5 triliun pasca-aksi.

Kericuhan tersbut secara nyta telah melumpuhkan sejumlah titik kegiatan ekonomi di Jakarta.

“Kerugian perdagangan kita sangat-sangat besar, bisa di kisaran Rp100 miliar hingga Rp1,5 triliun saya rasa. Itu hanya transaksi perdagangan,” kata Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang seperti dilansir Antaranews, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Sarman menjelaskan aksi mencapai puncaknya pada Rabu (22/5) dan membuat pusat perbelanjaan seperti Pasar Tanah Abang dan Thamrin City harus tutup sehingga tidak ada transaksi perdagangan.

Di mana Pasar Tanah Abang terdapat 11.000 kios dengan omzet rata-rata mencapai Rp15 juta per hari. Seharusnya pada bulan Ramadhan ini, pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu meraup keuntungan hingga dua kali lipat karena peningkatan pembeli jelang hari raya Idul Fitri.

“Kalau dirata-rata, 11.000 kios dikali omzet Rp15 juta itu kerugiannya sudah Rp165 miliar. Itu baru di Tanah Abang,” katanya.

Demikian pula pusat perbelanjaan seperti mal yang menurutnya mengalami penurunan pengunjung hingga sekitar 60%. Hal itu karena masyarakat menahan diri di rumah, dan tidak berani keluar rumah, sehingga berdampak pada sepinya pengunjung.

Selain pusat perbelanjaan, aksi 22 Mei 2019 di Jakarta yang berlangsung ricuh telah memberikan dampak signifikan kepada wisatawan manca negara. Bahkan sebelum aksi tersebut, banyak negara yang mengeluarkan imbauan perjalan (travel advice) dan peringatan keamanan (security alert) terhadap Indonesia.

Karena itu, Sarman berharap kondisi Jakarta bisa kembali normal sehingga pusat perdagangan bisa kembali beroperasi seperti sediakala serta tak ada lagi aksi serupa.