Akal Licik Fadli Zon yang Setuju Wacana Pembatasan Menteri Studi Banding Ke Luar Negeri



2,206 Views

Wakil Ketua DPR Fadli Zon memang dikenal paling kencang dan paling bisa ngeles kalau sesuatu hal menyangkut kepentingan kelompoknya.

Ia bahkan bisa berpurar-pura setuju namun dibelakangnya menyerang.

Baru-baru ini Presiden Joko Widodo meminta para menterinya tak lagi melakukan studi banding ke luar negeri.

Jokowi meminta kementerian dan lembaga, termasuk DPR, mengurangi studi banding ke luar negeri. Jokowi menilai studi banding ke luar negeri yang dilakukan kementerian dan lembaga banyak yang tidak efisien.

Ia pun mengatakan studi banding ke luar negeri bisa diganti dengan memanfaatkan ponsel pintar (smartphone).

“Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal informasi yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smartphone kita,” ujar Jokowi dalam pidatonya di Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat.

“Mau ke Amerika, di sini (di handphone) ada semuanya. Mau ke Rusia, di sini juga ada. Mau ke Jerman, di sini juga ada semuanya. Saya rasa ini relevan untuk Bapak dan Ibu anggota dewan,” ujar Jokowi sambil menunjuk ke ponsel yang dia bawa.

Fadli Zon sepakat bahwa ilmu yang didapat dari studi banding di negeri orang kini bisa didapatkan dengan mudah lewat berselancar di ponsel pintar.

“Saya kira setuju saja kalau mau lakukan efisiensi di level eksekutif,” kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Apalagi, menurut Fadli Zon, pemerintah sendiri sudah memiliki Kementerian Luar Negeri serta kantor kedutaan yang tersebar di berbagai negara.

Ia meminta diplomasi yang dilakukan pemerintah hanya dilakukan oleh Kemenlu, bukan tiap kementerian.

“Kalau pemerintah kan punya Kemenlu dan KBRI sebagai ujung tombak,” kata dia.

Kendati demikian, Fadli tak sepakat apabila permintaan Jokowi agar tak melakukan studi banding itu juga berlaku untuk DPR.

Fadli Zon hanya memikirkan keuntungan kelompoknya sendiri sehingga paling terdepan menyetujui wacana Presiden Jokowi melarang Menteri melakukan studi banding, namun dirinya menolak jika hal serupa diberlakukan kepada DPR.

Fadli Zon adalah contoh anggota legislatif yang suka menghabiskan anggaran untuk keuntungan pribadi dan kelompoknya. Kunjungan ke luar negeri pada dasarnya bisa dikurangi oleh Kementerian maupun DPR apabila mampu memilah apa yang urgen dan bisa ditunda keberangkatannya.