Ajak PA 212 dan FPI, PKS Bakal Jadi oposisi Pemerintah

Ajak PA 212 dan FPI, PKS Bakal Jadi oposisi Pemerintah

556 Views

Kalau dulu sepanjang Pilres 2019 kelompok oposisi boleh saja kuat karena keberadaan mereka sebagai gerombolan pengacau pemerintah saling membantu untuk menyerang lawan. Namun kini, boleh jadi takan ada lagi oposisi yang kuat ketika perlahan satu persatu kekuatan mereka menyusut dan menuju pelabuhan baru dan merapat ke Pemerintah.

Tinggal PKS yang secara terang-terangan menyatakan diri ‘kami oposisi’. Dan kemudian PAN yang samar-samar tapi malu-malu.

Inilah dinamika politik bahwa tak ada lawan abadi tapi kepentingan abadi. Bicara soal kepentingan inilah, usut-punya usut yang membuat Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto merapat ke Jokowi untuk memperkuat pemerintahan Jokowi-ma’ruf lima  tahun kedepan.

Namun sayangnya, PKS tak bahagia dengan bergabungnya Prabowo ke Pemerintah. Pasalnya, boleh dibilang PKS adalah kawan setia dalam perjalanan bersama Prabowo-Sandiaga Uno dalam Pilpres lalu.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera dengan tegas bakal mengajak pelbagai elemen masyarakat seperti Presidium Alumni (PA) 212 dan Front Pembela Islam (FPI) hingga GNPF Ulama untuk menjadi oposisi pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Kita semua tahu, PA 212, GNPF Ulama, dan FPI merupakan salah satu kelompok organisasi Islam yang aktif mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat Pilpres 2019 lalu. Pilpres berlalu, Prabowo pun senyap meninggalkan para penunggang gelap itu.

“Selama semuanya sesuai koridor konstitusi kita akan mengajak. Bukan cuma teman dengan FPI, GNPF ulama, bahkan kami sudah mulai dengan teman-teman lainnya juga,” kata Mardani di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10).

Selain itu, Mardani mengaku akan mengajak elemen masyarakat sipil lainnya seperti Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) hingga masyarakat sipil seperti Konsorsium Kebijakan Publik.

Bahkan dengan yakinnya, Mardani mengatakan akan ada partai-partai yang bisa keluar dari barisan koalisi Jokowi apabila koalisi bertambah gemuk dan tak terkelola dengan baik. Mengingat selain Gerindra, Demokrat dan PAN juga masih berpeluang masuk kabinet Jokowi.

PKS seharusnya malu sebagai parpol berlatar belakang agama mengajak PA 212 dan FPI yang merusak nama Islam bergabung ke kelompoknya, sebab PA 212 dan FPI adalah musuh masyarakat dan kelompok anarki.