Agenda Busuk HTI Sebar Propaganda Tolak Perppu Ormas Melalui Kader Mahasiswanya



100 Views

BataraOnline – Ajakan provokatif kembali disebarkan melaui media sosial oleh sekolompok HTI yang mengaku Mahasiswa Sulawesi Tenggara. Seruan itu disebarkan melalui video yang diunggah di Youtube.

Video berdurasi 1 menit 44 detik ini mengajak kepada seluruh Mahasiswa di seluruh Indonesia untuk melakukan aksi turun ke jalan menolak Peratuan Pemerintah tentang Organisasi Kemasyarakatan (Perppu no 2 Tahun 2017). Perppu tersebut telah membubarkan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Dalam video tersebut, sekelompok Mahasiswa Sultra mengklaim bahwa pemerintah telah berbuat dzalim terhadap HTI, Ulama, dan Umat Islam. Dari pernyataan tersebut di video tersebut, membuktikan tingkat kecerdasan Mahasiswa itu dalam menguasai teori propaganda yang diajakar oleh kelompok radikal HTI.

Karena faktanya, HTI didalam kehidupan bermasyarakat telah menimbulkan satu kegaduhan dan keresahan yang berpotensi memecah belah bangsa.

Sikap Pemerintah menolak keberadaan HTI bukanlah bentuk mendiskreditkan Islam sebab di beberapa negara Islam, kehadiran HTI juga dilarang karena dapat menghancurkan suatu negara. Hal tersebut perlu dipahami oleh seluruh elemen masyarakat termasuk para mahasiswa.

Munculnya pergerakan yang ada di lembaga pendidikan seperti kampus satu bukti bahwa HTI telah masuk ke kalangan mahasiswa. Hal ini tentunya menjadi sebuah keprihatinan pemerintah. Dimana sebagai generasi penerus bangsa, Mahasiswa seharusnya lebih berpikir ke arah kemajuan dalam membangun bangsa Indonesia.

Tak dapat dipungkiri, sebagai lingkungan akademis, area kampus memiliki potensi tinggi sebagai agen doktrinasi paham transnasional. Eksplorasi dan eksprimen ideologi transnasional seperti HTI ini biasanya disampaikan melalui aktivitas kemahasiswaan yang bersifat eksklusif. Perekrutan dilakukan dengan mengadakan training, seminar, yang berujung pada ikatan interpersonal.

Tak berhenti sampai disitu, penyebaran paham khilafah pun kian gencar digalakkan. Berbagai strategi diusung. Perguruan tinggi kini jadi sasaran utama.

Satu hal yang patut diyakini, bahwa Mahasiswa yang menyerukan tolak Perpu Ormas terindikasi sebagai pendukung HTI yang secara nyata bertentangan dengan Pancasila. Sebagai penerus bangsa, mahasiswa seharusnya tidak bergabung dan mendungkung HTI yang mengancam keutuhan kedaulatan NKRI.

Meski demikian, perjalanan HTI tak selalu mulus. Pemboikotan pun tak terelakkan. Keresahan dengan ideologi HTI yang bertentangan dengan Pancasila membuat beberapa perguruan tinggi mengeluarkan surat edaran pelarangan.

Menjamurnya gerakan anti Pancasila yang disuarakan oleh HTI harus segera dituntaskan. Kampus harus menjaga semua elemennya agar bebas dari jangkauan ideologi transnasional.

Selain itu, peninjauan lebih lanjut terhadap para mahasiswa, dosen, serta organisasi kampus juga dianggap sangat penting. Karena paham khilafah tidak hanya diperoleh dari kajian buku-buku keislaman. Namun juga diperoleh dari adopsi pemikiran dosen dan profesor di lingkungan akademis.