Adanya Bendera HTI Bukti Paham Inteloren dan Radikalisme Menyusup Sekolah di Sragen

Adanya Bendera HTI Bukti Paham Inteloren dan Radikalisme Menyusup Sekolah di Sragen

705 Views

Sragen –  Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sragen Endro Supriyadi menyesalkan adanya bendera HTI di kompleks sekolah negeri. Menurutnya, sekolah yang menjadi tempat penyelenggara pendidikan seharusnya steril dari virus intoleran dan radikalisme.

“Kami meminta Pemkab Sragen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk berkoordinasi dengan Pemprov Jateng dan instansi terkait agar serius mengawasi pembinaan siswa agar terhindar dari pengaruh paham keagamaan yang salah,” ucap Endro.

GP Ansor mendesak Disdikbud Sragen dan instansi terkait memberikan sanksi kepada guru atau pegawai sekolah yang terbukti menyebarkan paham radikalisme kepada siswa. Termasuk terkait bendera identik HTI yang berkibar di SMKN 2 Sragen.

Sebagai upaya menanggulangi paham radikalisme menjalar ke sekolah-sekolah, GP Ansor Sragen juga bersedia diajak kerja sama memberikan pendampingan dalam kegiatan keagamaan baik intra maupun ekstra.

Sebelumnya foto yang menggambarkan sejumlah siswa dan guru di SMKN 2 Sragen tengah membentangkan bendera Palestina dan bendera hitam yang identik dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Foto tersebut viral di media sosial.

Wakil Kepala SMKN 2 Sragen Joko Daryanto mengatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen sudah memberikan saran dan masukan terkait masalah berkibarnya bendera berlafal tauhid pada kain hitam yang identik dengan simbol Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Joko mengakui siswa tidak memahami bahwa bendera yang mereka bentangkan itu identik dengan simbol HTI, sebuah organisasi yang sudah dinyatakan terlarang.