5 Ribu Santri Ikut People Power Adalah Hoaks



155 Views

Ketua Tim Media Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Mubarok Hasanuddin membantah kabar yang meyebut ada 5.000 santri pondok pesantren mengikuti gerakan ” people power” pada 22 Mei di Jakarta. Informasi itu menyebar luas di grup WhatApps.

Ia menegaskan bahwa infromasi tersebut adalah tidak benar alias Hoaks!

“Materi hoaks-nya ‘Cirebon Santri Buntet ke Jakarta 5.000 santri. Disertai sejumlah foto massa berpeci’. Sehingga alumni yang mendapatkan informasi itu langsung melaporkan ke kami,” kata Mubarok melalui rilis yang dikirim ke sejumlah wartawan, Senin (20/5/2019).

Untuk memastikan hal itu, Mubarok mengaku sudah berusaha menelusuri pihak yang menyebarkan informasi bohong tersebut. Dari hasil penelusurannya, pelaku mengaku mendapatkan informasi tersebut dari rekannya, yang hanya ikut membagikan.

Meski demikian, pihaknya belum mendapatkan instruksi dari pengasuh pondok pesantren untuk melaporkan kasus tersebut.

“Belum ada intruksi untuk melaporkan terkait kasus ini. Tapi bisa dipastikan, informasi tersebut adalah hoaks,” tegas dia.

Lebih jauh dijelaskan olehnya, hingga saat ini ribuan santri masih melakukan aktivitas mengaji pasaran atau pengajian khusus di bulan suci Ramadhan.

Pengajian itu, paling cepat akan selesai sekitar tanggal 17 Ramadgan atau 22 Mei mendatang.

Sementara itu Ketua YLPI Ponpes Buntet Cirebon, KH Adib Rofiuddin menyebut berita keikutsertaan 5.000 santri asal Ponpes Buntet Cirebon adalah fitnah dan bohong karena Ponpes tidak pernah mengarahkan santri untuk berangkat ke Jakarta bahkan Ponpes juga melarang santri hadir dalam reuni 212 dan demo 212 di Monas.

Menurutnya masyarakat yang ada di daeah-deaerah tidak terpengaruh dengan adanya people power semacam itu. Gerakan tersebut lanjut dia tidak sesuai dan tidak boleh ditiru. Khususnya Pesantren Buntet diminta tetap menjaga keutuhan NKRI dan tetap mengawal pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.

Adib memninta agar pihak yang kalah untuk menerima dengan legowo. Ia juga mengajak agar bersama-sama membangun Indonesia yang damai, tentram, dan baldatun toyyibatun warabbun ghofur.