300 Pelaku Kericuhan di Jakarta Diamankan Polisi



55 Views

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan situasi Jakarta dalam keadaan aman dan terkendali pasca kericuhan aksi 21-22 Mei.

Dalam kericuhan yang berlangsung selama dua hari itu, Polri telah mengamankan sebanyak 300 orang pelaku kericuhan di sejumlah titik di Jakarta.

Mereka ditangkap di sejumlah lokasi di Jakarta, yakni di kawasan Slipi, Petamburan, MH Thamrin dan Tanah Abang.

Sejumlah barang bukti yang disita dari para tersangka diantaranya kendaraan, uang rupiah, uang dolar, senjata tajam, bom molotov, ponsel, kamera, batu, ketapel dan petasan.

Hingga kini, para pelaku masih dalam pemeriksaan kepolisian, untuk menentukan siapa pelaku lapangan, koordinator lapangan dan aktor intelektualnya.

Dedi menjelaskan, untuk menjaga situasi keamanan di Jakarta, saat ini sebanyak 58 ribu personel gabungan TNI-Polri masih berjaga di beberapa titik penting yakni Gedung Bawaslu, KPU, Istana, MPR/DPR dan Mahkamah Konstitusi.

“Saat ini masih dikerahkan 58 ribu kekuatan gabungan TNI Polri dengan empat titik fokus pengamanan yakni Bawaslu, KPU, Istana, Gedung MPR/DPR. Satu lagi yang diantisipasi, pengamanan Gedung MK,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis(23/5/2019).

Untuk itu masyarakat diharapkan tidak cemas dan beraktifitas seperti biasa.

Seperti diketahui, aksi demonstrasi menolak hasil Pemilu 2019 akhirnya berujung kericuhan selama dua hari. Massa yang marah melemparkan batu, ketapel dan petasan kepada aparat penegak hukum yang berjaga.

Tak sampai disitu, bangunan pos polisi Sarinah juga turut dibakar massa. Gedung Bawaslu pun tak luput dari aksi anarkis warga. Lantai 2 gedung sempat terbakar, diduga karena dilempar bom molotov.

Selain itu, sejumlah mobil dan motor yang terparkir di beberapa lokasi, rusak, bahkan ada yang dibakar oleh massa.