2 Ribu Santri di Perbatasan RI-Malaysia Tolak Penggunaan Istilah Jihad Berkedok Teroris

2 Ribu Santri di Perbatasan RI-Malaysia Tolak Penggunaan Istilah Jihad Berkedok Teroris

465 Views

Ribuan Santri yang berdomisili di wilayah perbatasan RI dengan Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, deklarasi menolak radikalisme.

Deklarasi Santri Anti Radikalisme dan Terorisme itu bertepatan peringatan Hari Santri Nasional III tingkat Provinsi Kaltara yang dipusatkan di Pulau Sebatik, Kamis (17/10).

Sebanyak 2 ribu santri di daerah itu menyatakan paham radikal dan terorisme yang dilakukan dengan cara provokasi atas nama agama, hanya ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu santri di perbatasan negara dengan Malaysia ini menolak penggunaan istilah jihad sebagai kedok gerakan teroris yang bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Para santri juga mengutuk aksi unjuk rasa anarkis dan mendukung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2019.

Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid, mengatakan Hari Santri ini mengingatkan terhadap momen bersejarah atas peran santri dalam memperjuangkan dan mempertahankan NKRI.

“Tentu sangat membanggakan, bahwa di wilayah perbatasan ini generasinya secara suka rela menghibahkan diri sebagai suri tauladan bagi generasi lainya. Ini membuktikan bahwa para pemuda dan pemudi terutama para Santri benar-benar mampu mengaktualisasikan nasionalisme di tapal batas,” ujarnya.

Sementara, Asisten I Pemprov Kaltara Sanusi, mendukung penuh pencanangan Pulau Sebatik sebagai Pulau Santri.

Menurut Sanusi, dengan menyandang predikat sebagai Pulau Santri, maka generasi muda di Sebatik akan senantiasa termotivasi menjaga marwah kehormatan nama besar islam dan juga nama baik Indonesia.

“Selain itu, stigma negatif yang kadang dilekatkan kepada wilayah perbatasan misalnya sebagai pintu masuk Narkoba akan terbantahkan,” ujar Sanusi.

Para santri di berbagai wilayah RI diharapkan mengikuti jejak para santri di Nunukan yang berkomitmen menolak radikalisme dan terorisme untuk menjaga kehormatan Islam dan nama baik Indonesia.